PSBB di Surabaya

Jenis Pelanggaran PSBB Surabaya yang Sering Ditemukan Petugas saat Screening di Titik Check Point

Pelaksanaan PSBB Surabaya Raya di tiga wilayah tersebut sudah sampai pada hari kedelapan, tetapi pelanggaran masih terjadi di sejumlah tempat.

TRIBUNMADURA.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Petugas saat melakukan screening kendaraan masuk ke Surabaya di hari kedelapan PSBB. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) sudah diterapkan sejak 28 April 2020 di Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Pelaksanaan PSBB Surabaya Raya di tiga wilayah tersebut sudah sampai pada hari kedelapan, tetapi pelanggaran masih terjadi di sejumlah tempat.

Mulai dari pelanggaran jam malam hingga aktivitas di luar rumah.

Di pintu masuk Surabaya, atau titik check point masih banyak yang harus dipaksa putar balik lantaran tak memenuhi ketentuan.

Satpol PP Sampang Amankan Gelandangan dan Pengemis yang Berasal dari Daerah Zona Merah Covid-19

Khofifah: Didi Kempot, Tokoh Keroncong Fenomenal Bikin Anak Muda Move On dari Cerita Patah Hati

Update Corona di Kota Malang, 1 Tenaga Kesehatan Terkonfirmasi Positif Covid-19, Total Jadi 10 Orang

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perhubungan Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, hingga hari ke delapan ini, pihaknya masih saja mendapati pengendara yang melanggar ketentuan PSBB.

"Hari ini yang putar balik lumayan banyak, karena tidak memenuhi protokol kesehatan," kata Tundjung Iswandaru, Selasa (5/5/2020).

Pengendara yang akan masuk ke Surabaya memang harus menaati ketentuan yang diatur dalam Perwali nomor 16 tahun 2020 tentang PSBB. Diantaranya, harus memakai masker.

Selain itu bagi pengendara roda dua dilarang berboncengan kecuali keduanya satu alamat. Sementara roda empat tidak boleh melebihi dari 50 persen kapasitas penumpang.

Dan menurut Tundjung, pelanggaran hal itu yang masih kerap ditemukan oleh petugas saat melakukan screening di lapangan.

Sedangkan untuk volume kendaraan, Tundjung Iswandaru mengungkapkan, masih terbilang ramai.

Padahal beberapa waktu lalu sempat terjadi penurunan volume kendaraan yang masuk hingga lebih dari 50 persen.

"Masih cukup rame," tuturnya.

Ingin Menyebrang, Pelajar Tulungagung Ini Malah Hanyut di Sungai Brantas, Ditemukan Meninggal Dunia

Gugus Tugas Jatim Jelaskan Soal Hasil Swab Test 165 Karyawan Pabrik Rokok Rungkut Surabaya

2 PDP Meninggal di Bojonegoro, Hasil Tes Swab Positif Covid-19, Jumlah Suspect Corona Jadi 12 Orang

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved