Virus Corona di Tuban

Ganasnya Imbas Corona di Tuban: 13 Karyawan Kena PHK, 177 Dirumahkan, Terbanyak Sektor Perhotelan

Pandemi Corona terus berdampak pada perusahaan-perusahaan di Kabupaten Tuban. Jumlah perusahaan yang mengurangi karyawannya pun bertambah.

Kolase TribunMadura.com (Sumber: Instagram)
Ilustrasi - Detik-detik tangis karyawan dan pegawai Ramayana yang terkena PHK 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Pandemi Corona terus berdampak pada perusahaan-perusahaan di Kabupaten Tuban. Jumlah perusahaan yang mengurangi karyawannya pun bertambah.

Seperti halnya di Kabupaten Tuban, terdapat 190 karyawan  yang terkena dampak wabah mematikan ini.

Hal itu dikarenakan merosotnya pendapatan di bidang usaha perhotelan maupun restoran. 

Jadwal Acara TV Trans TV RCTI GTV ANTV Net TV Rabu 6 Mei 2020, Film X-Men First Class dan Turbulence

Daftar 7 Kecamatan di Bojonegoro Bersatus Zona Merah Covid-19, Jumlah Positif Corona Kini 12 Orang

Meski Sudah Karantina Wilayah, Ada Tambahan 7 Pasien Positif dari Desa Jabalsari Tulungagung

Kabid Hubungan Industrial Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban, Wadiono mengatakan, hingga kini sudah ada 190 karyawan yang terdampak Covid-19.

Rinciannya untuk yang dirumahkan ada 177 karyawan, sedangkan yang mengalami PHK dampak Covid-19 yaitu 10 karyawan.

Kemudian ada 3 lagi yang diPHK namun bukan karena dampak Corona.

"Kalau kumulatif ada 190 yang terdampak, sebagaimana data yang ada, untuk 3 yang diPHK bukan karena Covid-19 itu usaha di luar hotel dan resto," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (5/5/2020).

Menurut Wadiono, jumlah perusahaan yang merumahkan karyawan atau paling banyak yaitu bidang perhotelan.

Seperti fave hotel 19 pekerja dirumahkan, 10 diPHK. Sementara untuk hotel yang lain masih memilih merumahkan karyawannya

Lalu kemudian ada juga rumah makan atau restoran yang ikut merumahkan karyawannya saat pandemi Covid-19.

"Memang berdampak sekali pandemi ini, sudah banyak yang merumahkan pekerjanya, bahkan ada juga hotel yang melakukan PHK," pungkasnya.

Pengakuan Asisten Didi Kempot, Jasmani: Sebelum ke Rumah Sakit Didi sempat Ucapkan Allahu Akbar

Update Virus Corona di Jatim, Tembus 1.162 Kasus, Surabaya Tertinggi dengan 569 Kasus

Dirawat 2 Jam, Penjual Gorengan Berstatus PDP Covid-19 Meninggal di RSUD Dr Koesma Tuban

Sementara itu, Owner Representative Fave Hotel Tuban, Raymond Inti Wirawan saat dikonfirmasi kabar tersebut tidak mengelak.

Keputusan yang diambil ini sebagai bentuk tindakan efisiensi agar properti bisa bertahan di tengah wabah Corona yang melanda.

Saat ini bisnis properti sedang mencari cara untuk menyeimbangkan kecepatan pertumbuhan bisnis dengan kapasitas operasional perusahaan, karena pendapatan hotel turun drastis akibat dampak yang ditimbulkan wabah Covid-19.

Yang jelas apabila ada tindakan PHK atau pengurangan karyawan, pihaknya selalu update laporan ke disnaker.

"Kalau untuk jumlah yang di PHK internal ya, yang jelas kita selalu laporan ke disnaker apabila ada perkembangan," ungkapnya.

Penulis: Mohammad Sudarsono
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved