Breaking News:

PSBB di Surabaya

Jelang Lebaran Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah Online Mandiri, Warga Bisa Beli Sembako Lewat Website

Pemprov Jatim menyiapkan program Pasar Murah Online Mandiri (Pamor) guna menjamin pemenuhan kebutuhan bahan pokok menghadapi Idul Fitri 1441 H.

Humas Pemprov Jatim
Pemprov Jatim menyiapkan program Pasar Murah Online Mandiri (Pamor) guna menjamin pemenuhan kebutuhan bahan pokok menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Fitri 1441 H. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur ( Pemprov Jatim ) menyiapkan program Pasar Murah Online Mandiri (Pamor) guna menjamin pemenuhan kebutuhan bahan pokok menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Fitri 1441 H.

Program penyediaan dan penjualan sembako murah ini berbasis online dan drive thru untuk mencegah potensi penularan virus corona atau Covid-19.

Melalui program Pasar Murah Online Mandiri ini, diharapkan masyarakat mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan bahan pokok dengan kualitas baik dan harga lebih murah di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), tanpa harus berkontak langsung maupun datang ke lokasi penyediaan sembako murah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan program Pasar Murah Online Mandiri ini merupakan hasil kerja sama antara produsen bahan pokok dengan Pemprov Jatim.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Mengenang Nyanyi Satu Panggung Bersama Didi Kempot

Pemkab Pamekasan Serahkan Bantuan Paket Sembako dan Uang Tunai kepada 1823 PKL Terdampak Covid-19

Maksimalkan PSBB, Warga Perkampungan di Surabaya Wajib Disiplin Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19

Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, bahwa penjualan sembako murah ini berbasis online drop point dan drive thru sehingga masyarakat bisa memilih kemudahan yang dibutuhkan.

“Bahan pokok yang disediakan di Pamor ini harganya lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET), dan karena kita sedang berjuang untuk menekan penyebaran covid-19 maka masyarakat bisa memesan lewat online dan didrop belanjaannya atau juga bisa lewat sistem drive thru,” kata Khofifah Indar Parawansa, Rabu (6/5/2020). 

Lewat program ini produsen sembako bisa menitipkan produk bahan pokoknya untuk dijual lewat Pamor.

Sehingga sistemnya Pemprov menyerap hasil produk pertanian dan komoditas bahan pokok langsung dari produsen dan mendekatkan pada konsumen dengan keuntungan harga yang lebih murah

Pasokan produk bahan pokok yang dijual di Pamor ini berasal dari produsen atau industri bahan pokok yang ada di Jawa Timur.

Misalnya untuk gula kristal putih langsung didatangkan dari beberapa pabrik gula.

Adapun beberapa produk bahan pokok yang dijual antara lain gula pasir dengan harga Rp 12.500, minyak goreng kemasan 1 liter dengan harga Rp 11.500, minyak goreng kemasan 2 liter dengan harga Rp 22.500, serta beras medium 5 kilogram dengan harga Rp 45.000.

Selain itu di Pamor juga menyediakan beras premium 5 kilogram yang dijual dengan harga Rp 58.000, serta mie instan 1 dus dengan harga Rp 92.875 dan lain-lain.

“Program Pamor ini terdapat dua jalur untuk Khofifah Indar Parawansa. Pertama adalah drop point atau metode pesan dan diantar ke titik drop, dan kedua lewat sistem drive thru," kata Khofifah.

Bersiap Pulang ke Rumah, Ini Kondisi 3 Pasien Corona yang Dirawat di RSUD Dr Sosodoro Djatikoesoemo

Ketua Kadin Sumenep: Butuh Siasat Penyelamatan Usaha Kecil dan Mikro di Tengah Pandemi Covid-19

Wagub Jatim Emil Dardak Kenang Percakapan Terakhirnya dengan Mendiang Didi Kempot

Untuk jalur drop point target penjualannya adalah masyarakat di sentra pemukiman. Jalur pembelian ini bekerja sama dengan RT/RW setempat yang akan berperan sebagai koordinator untuk memesan secara online melalui website http://disperindag.jatimprov. go.id/pamor/.

"Jika masyarakat sudah memesan melalui website tersebut maka barang akan dikirimkan ke sesuai pemesanan di drop point yang sudah disepakati," imbuh Khofifah Indar Parawansa.

Jalur yang kedua adalah dengan sistem drive thru. Dengan metode ini pembeli dapat memesan bahan pokok melalui website http://disperindag.jatimprov. go.id/pamor/ kemudian pembeli datang ke outlet Pamor di Disperindag tanpa turun dari kendaraan.

Khusus untuk pembelian sistem drive thru, ada 3 jenis paket sembako yang bisa dibeli masyarakat. Masing-masing paket menyediakan jenis dan varian sembako yang berbeda-beda.

"Program ini sudah berjalan. Dan sampai tanggal 4 Mei 2020, transaksi yang dilakukan sudah cukup besar. Yang pertama misalnya untuk komoditas gula pasir, yang sudah terjual ada 2.247 kilogram, lalu minyak goreng yang sudah terjual ada sebanyak 769 liter, kemudian untuk beras yang sudah terjual 711 kilogram dan untuk mie instan 56 karton," tegas Khofifah Indar Parawansa.

Sejauh ini pembeli Pamor berasal dari Kota Surabaya diantaranya Kelurahan Pakis Kecamatan Sawahan, Kelurahan Kupang Krajan Kecematan Sawahan, Kelurahan Semolowaru Kecamatan Semolowaru, Kelurahan Siwalankerto Kecamatan Wonocolo.

Selain itu pembeli juga berasal dari Kabupaten Sidoarjo diantaranya dari Desa Waru Kecamatan Waru, Desa Pepelegi Kecamatan Waru, Desa Gelam Kecamatan Candi, Desa Trosobo Kecamatan Taman.

Rencana ke depan Pamor akan dikembangkan ke beberapa daerah di Jawa Timur melalui UPT yang dimiliki oleh Disperindag yaitu itu di Kabupaten Magetan, Kota Malang, Kota Kediri, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jember, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Pasuruan.

"Kami berharap masyarakat akan lebih termudahkan aksesnya pada sembako dengan harga yang lebih murah jelang lebaran Idul Fitri," pungkas Khofifah Indar Parawansa

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved