PSBB di Surabaya

Maksimalkan PSBB, Warga Perkampungan di Surabaya Wajib Disiplin Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya minta warga dukung PSBB Surabaya dengan tertib protokol kesehatan Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/SYAMSUL ARIFIN
Warga Rungkut Mapan Barat, Surabaya tertib protokol pencegahan virus corona. 

Laporan Wartawan TribunMadura, Yusron Naufal Putra

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Kota Surabaya agar maksimal harus diimbangi dengan kesadaran dari warga.

Untuk itu, warga perumahan hingga warga perkampungan di Kota Surabaya diminta tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona ( Covid-19 ).

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya juga bakal rutin melakukan pemantauan

Satgas Covid-19 Bakal Cabut Status Karantina Wilayah di Desa Jabalsari Tulungagung Kamis Besok

Petugas Temukan 1 Pengendara asal Tulungagung Masuk Surabaya, Bawa Surat Rapid Test Positif Covid-19

Ramalan Zodiak 7 Mei 2020, Peruntungan Karir, Leo Harus Kreatif dan Gemini yang Perlu Waspada

 "Kampung-kampung itu kecamatan dan kelurahan yang melakukan pemantauan," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Eddy Christijanto.

Eddy Christijanto mengatakan, memang mekanisme semacam itu dilakukan berlapis.

Gugus tugas melakukan screening di jalan utama sementara di tingkat kampung melibatkan jajaran kecamatan dan kelurahan. Juga bekerjasama dengan jajaran samping.

"Terus tim Asuhan Rembulannya Satpol PP itu diarahkan untuk melakukan pemantauan di kampung-kampung," terang Eddy Christijanto.

Meski begitu, Eddy tetap mengharapkan warga dengan sendirinya sadar terhadap apa yang semestinya dilakukan dalam hal antisipasi penyebaran virus corona.

Dirawat 2 Jam, Penjual Gorengan Berstatus PDP Covid-19 Meninggal di RSUD Dr Koesma Tuban

Pengakuan Asisten Didi Kempot, Jasmani: Sebelum ke Rumah Sakit Didi sempat Ucapkan Allahu Akbar

Wagub Jatim Emil Dardak Kenang Percakapan Terakhirnya dengan Mendiang Didi Kempot

Termasuk antar warga saling mengingatkan kanan kiri tetangganya untuk disiplin menjalankan protokol.

Apalagi Surabaya menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), diharapkan kepatuhan warga terkait hal itu juga terus ditingkatkan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya sejauh ini mengapresiasi gerakan di kampung-kampung yang menunjukkan kesadaran terhadap protokol yang harus dijalankan.

"Sekali lagi warga masyarakat tidak usah perlu ada dari tim penindakan, tapi mereka sadar sendiri. Karena tanpa adanya partisipasi dari masyarakat takutnya PSBB ini diperpanjang," ungkap Eddy Christijanto yang juga Kepala BPB Linmas Surabaya itu.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved