PSBB di Malang Raya

Sepakat PSBB Malang Raya, Gubernur Khofifah akan Kirim Pengajuan ke Kemenkes Besok Pagi

Wali Kota Malang, Sutiaji, Bupati Malang, Sanusi, dan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko setuju untuk memberlakukan PSBB Malang Raya.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Wali Kota Malang Sutiaji, Bupati Malang Sanusi, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko setuju untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Wali Kota Malang, Sutiaji, Bupati Malang, Sanusi, dan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko setuju untuk memberlakukan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) Malang Raya.

Keputusan tersebut diambil setelah ketiga kepala daerah menghadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam rangka persiapan PSBB di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu (9/5/2020).

"Kami semua baru selesai melakukan diskusi dan telah bersama kepala daerah Malang Raya serta pemaparan dokter Windhu dari FKM Unair," kata Khofifah Indar Parawansa.

Update Virus Corona di Lamongan Sabtu 9 Mei 2020: Kasus Positif Covid-19 Jadi 49, Sembuh 9 Orang

Sinopsis Film Patient Zero, Menyelamatkan Manusia dari Virus Mematikan, di Trans TV Sabtu 9 Mei 2020

VIRAL Video PDP Ngamuk, Dobrak Pintu dan Berteriak di Ruang Isolasi Rumah Sakit, Begini Faktanya

"Secara keseluruhan bukan parsial dari skoring sistem yang di breakdown dari kemenkes skornya sudah sepuluh maka sudah saatnya diperlakukan PSBB," lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan detail rencana tiga daerah Malang Raya sudah dirumuskan dan segera akan diselesaikan teknisnya.

Jika seluruh lampirannya sudah lengkap, menurut Khofifah bisa saja sore ini akan berkirim surat pengajuan PSBB ke Kemenkes.

"Sore atau besok pagi akan ke kemenkes untuk mengajukan penetapan PSBB Malang Raya," kata Khofifah Indar Parawansa.

Lebih lanjut, Mantan Mensos ini mengungkapkan segala kesiapan termasuk pengaman serta logistik sudah dikoordinasikan dengan forkopimda di masing-masing daerah.

"Supportnya luar biasa. Fasilitas yang dimiliki Kodam V Brawijaya, Koarmada dua, Pangdivif II Kostrad, kesiapan yang bisa dikoordinasikan cukup efektif dan lengkap," pungkasnya.

Menolak Diisolasi di Rumah Sakit, Pasien Reaktif Covid-19 dan Petugas Medis Berdebat Panjang Lebar

Sinopsis Film Cell di Trans TV Sabtu 9 Mei 2020, Kisahkan Virus Zombie yang Menyebar Lewat Sinyal

BPNT Mulai Disalurkan ke Warga Pamekasan, Kapolsek Pakong Turun Langsung Pantau Penyaluran Bantuan

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved