Breaking News:

Ramadan 2020

Segudang Manfaat Puasa Bagi Tubuh dan Juga Mental, Mencegah Stres Hingga Turunkan Berat Badan

Segudang manfaat puasa Ramadan bagi tubuh dan juga mental. puasa dikenal memiliki banyak manfaat. Mulai meningkatkan mood hingga untuk gula darah

freepik.com
Puasa 

TRIBUNMADURA.COM - Segudang manfaat puasa Ramadan bagi tubuh dan juga mental.

Umat Muslim pada bulan Ramadan diwajibkan untuk berpuasa.

Selain untuk ibadah, puasa dikenal memiliki banyak manfaat.

Mulai dari meningkatkan mood hingga mengontrol gula darah.

Puasa Ramadan ternyata memiliki banyak manfaat khususnya bagi kesehatan.

Bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, puasa Ramadan juga menyebabkan banyak perubahan fisiologis, biokimiawi, metabolisme, dan spiritual dalam tubuh.

Perubahan saat puasa tersebut di antaranya memberikan ragam manfaat pada kesehatan jiwa atau psikologis.

Daftar Promo Indomaret dan Alfamart 11 Mei 2020, Beli Dua Gratis Satu Hingga Minyak Goreng Murah

Malang Siap Belajar dari Surabaya Raya saat Terapkan PSBB, Harap Pembatasan Sosial Berlaku 2 Pekan

Ramalan Zodiak Asmara 11 Mei 2020, Sagitarius Perlu Memahami dan Capricorn yang Sedang Peka

Ilustrasi bahagia
Ilustrasi bahagia (evgenyatamanenko)

Lalu, apakah manfaat puasa Ramadan bagi kesehatan jiwa atau psikologis kita?

Dilansir Tribuncirebon.com dari Hello Sehat, studi berjudul Physiological changes during fasting in Ramadan menunjukkan beberapa manfaat dari puasa.

Saat berpuasa, jumlah sel darah merah dan sel darah putih meningkat dan kolesterol menurun.

Selain itu, puasa juga memiliki manfaat pada psikologis atau kesehatan jiwa.

Saat berpuasa, tubuh mengeluarkan hormon-hormon yang dapat membantu memperbaiki rasa cemas, menjaga suasana hati, hingga mengurangi stres. 

Berikut ini tiga manfaat puasa Ramadan bagi kesehatan jiwa atau psikologis :

1.Meningkatkan mood

Salah satu manfaat puasa pada psikologis adalah membantu meningkatkan suasana hati (mood) yang positif.

Pada minggu awal puasa Ramadan, tubuh mulai beradaptasi dengan rasa lapar yang melepaskan sejumlah besar katekolamin yang membuat perasaan menjadi lebih baik. 

Katekolamin adalah sekelompok hormon untuk menanggapi perasaan stres, termasuk hormon adrenalin, norepinefrin, dan dopamin.

Studi berjudul Effect of Ramadan Fasting on Endorphin and Endocannabinoid level in Serum juga memberikan penjelasan beberapa hormon yang kemungkinan diproduksi tubuh saat puasa.

Jurnal tersebut menyebut puasa mampu meningkatkan opioid endogen dan hormon endorfin. 

Keduanya adalah hormon yang mampu menimbulkan perasaan bahagia dan dapat menekan efek negatif stres, menjadikannya lebih tenang serta lebih santai.

Ramadan 2020
Ramadan 2020 (Tribunnews.com)

2. Puasa meningkatkan ketahanan terhadap stres

Manfaat psikologis lainnya dari puasa Ramadan adalah bisa mengurangi stres dan menurunkan rasa cemas.

Dalam buku berjudul The Fast Diet, Michael Mosley mengatakan puasa dapat menyebabkan pelepasan produksi protein ke otak yang dinamakan BDNF (Brain-derived neurotrophic factor).

Protein otak yang dilepaskan ini memiliki efek yang mirip dengan efek obat-obatan antidepresan sehingga tingkat kecemasan, stres, dan depresi ringan bisa menurun.

“Ini (puasa) telah terbukti melindungi sel-sel otak dan dapat mengurangi depresi dan kecemasan,” kata Mosley seperti dikutip dari Al Jazeera.

Ia menekankan puasa yang dimaksud dalam penjelasannya tersebut adalah bentuk puasa ‘time-restricted eating’, yakni puasa yang hanya makan dalam waktu tertentu seperti puasa Ramadan.

3. Puasa meningkatkan kualitas tidur

Manfaat rutin puasa dapat membantu kondisi tubuh bisa tetap seimbang untuk tidur yang berdampak baik bagi psikologis seseorang. 

Penelitian menunjukkan pembatasan makan pada jeda 8 – 12 jam dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat dan menghindari gula darah tinggi.

Batas waktu makan yang ditentukan saat berpuasa juga dapat memperkuat siklus jam biologis (sirkadian) seseorang atau biasa dikenal dengan waktu tubuh harus tidur. 

Psikolog Michael J Breus Ph.D. dalam Psychology Today menjelaskan ketika jam biologis itu diperkuat dan tersinkronisasi maka akan berpengaruh dominan pada kemudahan dan kualitas tidur seseorang.

Kombinasi konsistensi dan kualitas tidur dapat membuat tubuh merasa lebih segar dan melindungi kesehatan seseorang seiring bertambahnya usia.

Tidur yang berkualitas membantu melindungi kesehatan Aanda dari waktu ke waktu.

Manfaat puasa bagi kesehatan jasmani

Berikut lima manfaat puasa bagi kesehatan dari Healthline, via tribunnewsSenin (27/4/2020):

1. Cegah Peradangan

Penyakit serius, seperti kanker, rheumatoid arthritis, penyakit jantung dapat menjadi risiko tinggi bagi pengidap peradangan kronis.

Penelitian pada 2012 mendapati puasa dapat menurunkan zat yang memicu peradangan, mengurangi lemak dalam tubuh, dan meningkatkan sirkulasi sel darah putih (leukosit).

2. Mengontrol Gula Darah

Puasa mampu menurunkan kadar gula darah dan mengurangi resistensi insulin dalam tubuh.

Penurunan resistensi insulin dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan membuat penyaluran glukosa dari pembuluh darah ke dalam sel lebih efisien.

Ditambah dengan efek penurun gula darah potensial puasa, ini bisa membantu menjaga gula darah stabil dan mencegah lonjakan kadar gula darah.

Efek penurunan kadar gula darah karena puasa mungkin dapat berbeda antara pria dan wanita.

Faktanya, satu penelitian pada 10 orang dengan diabetes tipe 2 menunjukkan puasa intermiten jangka pendek secara signifikan menurunkan kadar gula darah.

3. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Mengubah pola makan dan gaya hidup adalah satu dari cara paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Beberapa penelitian telah menemukan memasukkan puasa ke dalam rutinitas mungkin sangat bermanfaat terkait kesehatan jantung.

Satu studi kecil mengungkapkan puasa delapan minggu bergantian mengurangi kadar kolesterol jahat LDL dan trigliserida darah masing-masing sebesar 25 persen dan 32 persen.

4. Menurunkan Berat Badan

Puasa dapat menurunkan berat badan dengan membatasi asupan kalori dan meningkatkan metabolisme.

Banyak pelaku diet yang berpuasa sebagai cara cepat dan mudah untuk menurunkan beberapa kilogram.

Secara teoritis, berpantang dari semua makanan dan minuman tertentu harus mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.

Beberapa penelitian juga menemukan puasa jangka pendek dapat meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan kadar neurotransmitter norepinefrin, yang bisa menurunkan berat badan.

Bahkan, satu ulasan menunjukkan puasa sepanjang hari dapat mengurangi berat badan hingga 9 persen dan secara signifikan mengurangi lemak tubuh selama 12-24 minggu.

Selain itu, puasa ternyata lebih efektif daripada pembatasan kalori dalam menghilangkan lemak sekaligus menjaga jaringan otot.

5. Meningkatkan Hormon Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan manusia (HGH) adalah sejenis hormon protein yang penting dalam segala aspek kesehatan.

Faktanya, penelitian menunjukkan hormon kunci ini terlibat dalam pertumbuhan, metabolisme, penurunan berat badan, dan kekuatan otot.

Puasa dapat membantu mempertahankan kadar gula darah dan insulin yang stabil sepanjang hari, yang selanjutnya dapat mengoptimalkan kadar HGH. (Tribuncirebon.com/Mutiara Erlanti)

Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul INI Manfaat Puasa Ramadan Bagi Kesehatan Jiwa, Salah Satunya Meningkatkan Mood

Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved