Berita Malang

Sopir Angkot Geruduk Balai Kota Malang, Minta Kejelasan Soal Penyaluran Bantuan Sosial

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan bahwa bantuan sosial tunai hingga kini masih belum disalurkan kepada para sopir angkot.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Pemerintah Kota Malang bersama puluhan sopir angkot melakukan audiensi guna membahas soal penyaluran bantuan sosial di ruang sidang Balaikota Malang, Senin (11/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Para sopir angkot meminta audiensi Pemkot Malang di ruang sidang Balai Kota Malang, Senin (11/5/2020). Audiensi itu guna membahas soal penyaluran bantuan sosial.

Para sopir angkot yang tergabung di dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) tersebut menyampaikan keluhannya di depan Wali Kota Malang, Sutiaji, lantaran hingga sampai saat ini belum mendapatkan bantuan sosial tunai dari pemerintah.

Belum lagi, bantuan sembako yang diberikan Pemkot Malang ke mereka juga dianggap tidak merata.

"Yang kami tanyakan ini kapan bantuannya bisa disalurkan dan jenis bantuannya seperti apa? Karena kami yang di lapangan bisa merasakan langsung dampak Covid-19 ini seperti apa," ucap Rudi Susanto perwakilan Organda Malang.

Daftar 6 Rumah Sakit Rujukan Pasien Virus Corona di Kabupaten Banyuwangi, Cek Lengkapnya!

Bupati Bangkalan RK Abd Latif Amin Imron Gelontorkan Rp 5,6 Miliar untuk Guru Madrasah & Guru Ngaji

Sejumlah Perusahaan, Badan Usaha dan OPD di Pamekasan Belum Taat Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Keluhan lain yang disampaikan oleh para sopir angkot tersebut ialah turunnya pendapatan akibat dampak dari Covid-19.

Dikarenakan, banyak sekolah yang libur dan tempat-tempat hiburan juga banyak yang tutup.

Hal ini membuat para sopir angkot kehilangan pelanggan dalam mendapatkan pendapatan.

"Kebanyakan para sopir angkot ini kepala keluarga. Jadi sedih rasanya jika pulang tapi tidak membawa apa-apa bagi anak dan istri," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan bahwa bantuan sosial tunai hingga kini masih belum disalurkan kepada para sopir angkot.

Rencananya, bantuan berupa uang tunai senilai Rp 300 Ribu itu akan disalurkan pada Mei 2020 ini.

Perusahaan Wajib Bayarkan THR Karyawan Menjelang Lebaran, Disnakertrans Jatim Buka Posko Pengaduan

BPNT Mulai Disalurkan ke Warga Pamekasan, Kapolsek Pakong Turun Langsung Pantau Penyaluran Bantuan

Tanggapi Soal SE Gugas Tugas Covid-19, Gubernur Khofifah Sebut Transportasi Jatim Tinggal 20 Persen

Halaman
12
Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved