Breaking News:

7 TKI asal Pamekasan Meninggal

7 TKI Ilegal asal Pamekasan yang Meninggal di Tempat Kerjanya Dapat Pelayanan Pengeluaran Jenazah

7 TKI ilegal asal Kabupaten Pamekasan, Madura yang dinyatakan meninggal dunia di tempat kerjanya tetap mendapat fasilitas pelayanan dari P4TKI.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Petugas Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Pamekasan, Madura saat menjemput jenazah TKI asal Pamekasan yang meninggal dunia di Terminal Cargo Bandara Juanda Surabaya. 

6. Bris (P), warga Dusun Gua Timur, Desa Pangereman, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan. Meninggal 15 April 2020. Tempat kerja Malaysia.

7. Ida, warga Dusun Bindung, Desa Pangereman, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan. Meninggal 9 Mei 2020. Tempat kerja Malaysia.

Selain itu, pria yang akrab disapa Hari ini menjelaskan, saat prosesi pemulangan jenazah dilakukan, sekalipun TKI asal Pamekasan ini berangkat secara ilegal, pihaknya mengaku tetap memfasilitasi.

Fasilitas yang diberikan, yaitu berupa pelayanan bantuan biaya pengeluaran jenazah secara gratis dan memberikan fasilitas penyediaan mobil ambulance untuk menjemput dan mengantar jenazah hingga ke rumah duka.

"Semua biaya fasilitas itu ditanggung oleh P4TKI Pamekasan," kata Hari kepada TribunMadura.com.

Selain itu, Hari menjelaskan, bagi TKI yang berangkat secara ilegal (Non Prosedural) saat meninggal dunia di tempat kerjanya, tidak bisa mendapat uang santunan, baik dari Pemerintah Pusat mau pun dari Pemerintah Daerah.

Berbeda lagi dengan TKI yang berangkat secara prosedural, apabila meninggal di tempat kerjanya, kata dia, keluarga yang ditinggalkan akan mendapat uang santunan atau asuransi dari Pemerintah Pusat mau pun daerah.

Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sampang Madura akan Jalani Uji Tes Swab Corona Kedua

Kapolres Pamekasan Silaturahmi ke PP Nurul Islam, Sikapi Dinamika Kamtibmas dan Cegah Sebaran Corona

Seluruh Wilayah di Jatim Berstatus Zona Merah Covid-19, Tambah 115 Orang Jadi 1.649 Kasus Corona

Hari menyarankan bagi masyarakat Pamekasan yang ingin menjadi TKI, wajib berangkat melalui jalur resmi.

Karena selain lebih aman, kata dia, hak-haknya akan terlindungi juga selama bekerja.

"Sekarang ini sudah banyak Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memiliki job untuk bekerja keluar negeri khususnya ke Malaysia tanpa ada biaya sama sekali atau zero cost," jelasnya.

Tidak hanya itu, Hari juga mengungkapkan, ketujuh TKI asal Pamekasan yang meninggal selama Pandemi Covid-19 tersebut, semuanya berangkat secara ilegal.

Ia menjelaskan, penyebab meninggalnya ketujuh TKI asal Pamekasan ini lantaran sakit jantung.

Namun, kata dia ada pula yang meninggal lantaran penyakit lain.

"Kalau yang meninggal karena kecelakaan kerja di tahun 2020 ini tidak ada," tegasnya.

Hari juga memastikan, meninggalnya ketujuh TKI tersebut bukan karena virus corona.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved