Penerapan PSBB Malang Raya

Bocoran PSBB di Malang Raya, Sutiaji Usul Penerapan Ganjil Genap dan Pelebaran Tepi Jalan di Pasar

Pemkot Malang memiliki dua opsi yang akan diberlakukan di dalam pasar selama pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Malang Raya.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, belajar dari penerapan penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Kota Surabaya raya, pihaknya akan lebih mendetailkan teknis dan aspek-aspek penerapan PSBB. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemkot Malang memiliki dua opsi yang akan diberlakukan di dalam pasar selama pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Malang Raya.

Dua opsi tersebut ialah aturan penerapan ganjil genap dan pelebaran tepi jalan di dalam pasar.

Pemberian opsi ini dilakukan karena pasar tradisional merupakan sektor yang bakal tetap buka pada saat penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Malang Raya.

Pemkot Malang akan mengawasi ketat mobilitas orang di dalam pasar untuk menekan penyebaran Covid-19.

Wanita 40 Tahun Karyawan Pabrik Rokok Rungkut Surabaya Asal Kabupaten Mojokerto Positif Covid-19

Seandainya PSBB di Kota Malang Diterapkan Sejak Dulu, Sutiaji: Kesadaran Masyarakat akan Muncul

Masih Ada TKI asal Pamekasan Berangkat Secara Non Prosedural, Ini Strategi P4TKI Kurangi TKI Ilegal

"Saya sudah minta ada penyekatan ganjil genap di pasar mulai hari ini, baik di Pasar Besar Malang, Pasar Gadang, sampai Pasar Kebalen," ucap Sutiaji, Wali Kota Malang kepada TribunMadura.com, Rabu (13/5).

Sutiaji juga minta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang sosialisasi kepada para pedagang mulai hari ini.

Baru pada keesokan harinya pihaknya akan mulai mengujicobakan penerapan ganjil genap dan pelebaran tepi jalan tersebut.

Ganjil genap yang dimaksud tersebut ialah kios atau bedak pedagang harus jualan bergantian di dalam pasar.

Misalkan pada hari ini yang boleh berjualan untuk yang nomor genap, dan hari berikutnya baru di nomor ganjil.

Hal ini dilakukan agar masyarakat mulai membiasakan menerapkan physical distancing untuk menekan penyebaran Covid-19.

Meski sejatinya, belum ada kasus positif Covid-19 di dalam pasar tradisional di Kota Malang.

Pemkot Surabaya Siapkan Dua Rumah Sakit Karantina untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan

7 TKI Ilegal asal Pamekasan yang Meninggal di Tempat Kerjanya Dapat Pelayanan Pengeluaran Jenazah

Soal 7 TKI Ilegal asal Pamekasan Meninggal, Begini Upaya Disnakertrans Tekan Angka Pekerja Ilegal

"Nanti bergantian. Jangan sampai ketika ganjil genap, yang bersebelahan sama-sama jualan telor. Pasti tidak. Nanti akan diatur sedemikian rupa," ucapnya.

Melalui dua opsi itulah, Pemkot Malang nantinya bisa memilih mana yang akan lebih efektif ketika diterapkan pada saat PSBB nanti.

Selain itu, Sutiaji juga mengimbau agar pedagang dan pembeli selalu memakai masker pada saat bertransaksi.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved