Breaking News:

Penerapan PSBB Malang Raya

Seandainya PSBB di Kota Malang Diterapkan Sejak Dulu, Sutiaji: Kesadaran Masyarakat akan Muncul

Wali Kota Malang ternyata memiliki alasan tersendiri kenapa dirinya sejak awal ngotot untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar di Kota Malang

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji ternyata memiliki alasan tersendiri kenapa dirinya sejak awal ngotot untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Kota Malang. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji ternyata memiliki alasan tersendiri kenapa dirinya sejak awal ngotot untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Kota Malang.

Sutiaji  menceritakan, bahwa sebenarnya dia ingin mengajukan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) ini sejak bulan Maret 2020 lalu.

Akan tetapi, hal tersebut urung terjadi ketika Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta agar PSBB dilakukan di Malang Raya.

Sejak itulah, pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Kota Malang hingga kini belum juga diterapkan meski telah direstui oleh Kementerian Kesehatan.

"PSBB ini seharusnya lebih efektif diterapkan sejak dulu. Sekarang ini sudah crowded baru diterapkan," ucapnya Rabu (13/5/2020).

Masih Ada TKI asal Pamekasan Berangkat Secara Non Prosedural, Ini Strategi P4TKI Kurangi TKI Ilegal

Puasa Ramadan, Dua Pasangan Bukan Suami Istri Digerebek ketika Berduaan di Kamar Hotel Kota Kediri

Wanita 40 Tahun Karyawan Pabrik Rokok Rungkut Surabaya Asal Kabupaten Mojokerto Positif Covid-19

Dia menyampaikan, apabila pada bulan Maret kemarin Kota Malang atau Malang Raya sudah PSBB, maka masyarakat bisa menjalani ibadah puasa ramadan dengan tenang.

Masyarakat bisa melakukan buka bersama di luar rumah, bisa berbelanja keperluan lebaran, hingga bisa melaksanakan salat idul fitri.

Tentu saja, kata Sutiaji hal itu bisa dilakukan dengan tetap memenuhi protap dari Covid-19 dengan memakai masker dan physical distancing.

Pemkot Surabaya Pakai Asrama Haji Sukolilo untuk Ruang Isolasi Covid-19, Kepala UPT: 97 Persen Siap

Asrama Haji Surabaya Jadi Tempat Karantina Keluarga Pasien Covid-19, Kepala UPT: Bukan Klaster

Pemkab Sumenep Madura Beli 1.000 Alat Rapid Test Covid-19, 300 Orang Sudah Dites Cepat

"Kalau itu bisa dilakukan, kesadaran masyarakat akan muncul. Karena goal dari PSBB ini adalah kedisplinan," ucapnya.

Untuk itu, jika PSBB di Malang Raya ini bisa diterapkan, Sutiaji menginginkan agar bisa berjalan satu tahap saja atau dua minggu.

Setelah itu, baru melakukan pembenahan dan penyesuaian di masing-masing sektor guna membangkitkan perekonomian yang ada di Kota Malang.

"Secara nasional, jika Covid-19 sampai Juli, maka perekonomian kita akan turun. Termasuk di Kota Malang. Maka dari itu, kita harus punya skenario. Misalkan PSBB ini sudah diterapkan sejak dulu, sekarang kita tidak mikir Covid-19 lagi," tandasnya.

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved