Berita Sampang

Terpopuler. Pria Sampang Keluarkan Celurit dan Ancam Polisi Via Video Facebook, Lemas Saat Ditangkap

Seorang pria di Sampang mengancam polisi lewat videonya yang disebar di Facebook. Pria tersebut merekam video sambil membawa celurit.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Polres Sampang menangkap seorang pria bernama Syaifuddin Bin Nasiri warga Desa Larlar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura. 

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Seorang pria di Sampang mengancam polisi lewat videonya yang disebar di Facebook.

Pria tersebut merekam video sambil membawa celurit.

Tak lupa ucapan bernada ancaman juga ia lontarkan.

Namun, saat ditangkap sikapnya berbeda saat ia sedang mengancam.

Polres Sampang menangkap seorang pria bernama Syaifuddin Bin Nasiri warga Desa Larlar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura.

Penangkapan dilakukan setelah Syaifuddin Bin Nasiri melakukan pengancaman terhadap jajaran kepolisian Sampang terutama Polsek Ketapang.

Pria berusia 32 Tahun tersebut mengancam menggunakan senjata tajam (Sajam) yang disampaikannya melalui unggahan video lewat akun media sosial Facebook.

Di dalam video yang diunggahnya, Syaifuddin mengacungkan dan memperlihatkan senjata tajam berupa celurit yang dipegangnya lalu berkata bila dirinya merupakan ahli tattak (bacok) dari Desa Larlar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura.

 Satu Pasien Positif Corona di Pamekasan Dinyatakan Sembuh, Tinggal 3 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

 Anggota Komisi E Menilai Gubernur Jatim Gagal Tangani Pendemi Covid-19

 Kabar Baik, Hasil Rapid Test Susulan Desa Jabalsari Tulungagung, Tidak Ditemukan Penularan Baru

Tidak hanya itu, dirinya menggunakan senjata api mainan atau korek api untuk menunjukkan keangkuhannya.

Namun Pantauan TribunMadura.com, Syaifuddin Bin Nasiri saat berda di Mapolres Sampang tampak lemas dengan borgol yang mengikat dua tangannya.

Kasatreskrem Polres Sampang AKP Riki Donaire mengatakan, bahwa Syaifuddin Bin Nasiri membuat video tersebut karena sebelumnya ia diingatkan oleh rekannya bernama Bahrul bila seseorang menyimpan senjata tajam akan diamankan oleh Polisi.

Namun, arahan dari temannya itu malah di bantah oleh Syaifuddin Bin Nasiri dan membuat video berisi mengangkuhkan dirinya tersebut.

Lalu diunggah oleh pria satu orang anak itu di akun Facebooknya sendiri yakni, ‘Baginda si raja tega penyebar dosa’ pada 28 April 2020.

“Saya kurang tahu alasan pasti Syaifuddin Bin Nasiri membuat video itu, tapi pada tahun 2013 dia pernah terjerat kasus pembunuhan dan dipenjara,” ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (12/5/2020).

 Tidak Semua Informasi di Media Sosial Soal Klaster Covid-19 Benar, Pemkot Surabaya Ungkap Faktanya

 Anggaran Rp 104 Miliar/Bulan untuk PSBB Parsial Kabupaten Malang, Pemkab Beri Bantuan 520.000 KK

 Alat Test PCR Kurang, Ribuan Sampel Swab Pasien Covid-19 di Jatim Belum Diperiksa

“Jadi mungkin dia memiliki dendam dengan Polisi dan ketika diingatkan oleh temennya Syaifuddin Bin Nasiri kembali terusik,” tambah dia.

AKP Riki Donaire Piliang menambahkan, Syaifuddin Bin Nasiri diamankan pada 10 Mei 2020 sekita pukul 03.00 WIB atau saat menjalankan sahur.

Dijelaskan, pada saat penangkapan dirumahnya pihak keluarga menutupi keberadaan Syaifuddin Bin Nasiri dan parahnya keluarga meneriaki Tim Satreskrim Polres Sampang dengan sebutan maling.

Untungnya warga tidak sampai berkerumun karena langsung diantisipasi dan setelah berhasil masuk kedalam rumah, Syaifuddin disembunyikan di dalam kamarnya.

“Saat kami amankan, sempat terjadi dorong-mendorong pintu kamar lalu setelah berhasil dibuka, Syaifuddin mengancam dengan menggunakan celurit,” jelasnya.

“Tapi setelah kami gertak, celurit tersebut kembali diletakkan oleh dia,” imbuhnya.

Kasus serupa

Ancaman menggunakan celurit

Paiman Bin Marsu’i warga Desa Pamolaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura diamankan oleh Polres Sampang setelah melakukan penganiayaan terhadap tetangganya.

Pria berumur 36 tersebut melakukan penganiayaan terhadap tetangganya yang bernama Fajri (28) dengan menggunakan sebilah celurit.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire mengatakan, penganiayaan dilakukan terhadap korban pada 5 Mei 2020, sekitar pukul 06.30 WIB di halaman rumah korban.

Pelaku melakukan penganiayaan karena dituduh oleh korban mencuri sebuah pompa air yang berada di salah satu sawah di desa tempat tinggalnya.

 Rekomendasi PSBB Malang Raya Kemungkinan Turun Selasa Besok, Begini Respons Wali Kota Sutiaji

 5 Mahasiswa Pamekasan yang Kuliah di Saudi Arabia Pulang Kampung, Wajib Karantina Mandiri 14 Hari

 Pasar Kota Bojonegoro Ditutup Sepekan Usai 86 Pedagang Reaktif Corona, Bupati: Putus Rantai Covid-19

“Tersinggung dan tidak terima dengan tuduhan itu pelaku menghampiri korban dan memukulnya,” ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (11/5/2020).

Dijelaskan pada saat pemukulan pelaku menggunakan punggung dari sebilah celurit yang diarahkan ke kepala korban sehingga, mengenai bibir bawah korban.

Setelah mengalami luka robek, korban melaporkan perbuatan pelaku kepada Polres Sampang.

“Pada 7 Mei 2020, sekitar 20.00 WIB pelaku berhasil kami amankan di rumahnya saat bersantai sehingga tidak banyak melakukan poerlawanan,” jelasnya.

AKP Riki Donaire menambahkan, saat melakukan penangkapan dirinya juga mengamankan barang bukti celurit dengan panjang 40 cm lebar 3,5 cm dan terbuat dari besi lalu gagang celurit terbuat dari kayu.

“Pelaku dikenakan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan penjara,” pungkasnya. (Hanggara Pratama)

 Pasien Positif Covid-19 Pernah Kontak Petugas Medis, Puskesmas Tambakboyo Tuban Tutup Sementara

 Mohammad Hanafi Menyayangkan Sikap Ketua DPRD Sumenep Ajukan Keringanan Kredit ke Bank Jatim

 Jelang Hari Raya Idul Fitri, Polsek Palengaan Larang Pemilik Bengkel Layani Pemasangan Knalpot Brong

Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved