PSBB di Malang

Warga Antar Wilayah Malang Raya Bisa Beraktivitas Normal saat PSBB, Ini Syarat yang Harus Dikantongi

Pemerintah Daerah bersiap menjalankan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Malang Raya mulai Minggu (17/5/2020) mendatang.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, bahwa siapapun boleh untuk melakukan mobilitas hilir mudik lintas daerah di Malang Raya. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemerintah Daerah bersiap menjalankan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Malang Raya mulai Minggu (17/5/2020) mendatang.

Penerapan tersebut, sesuai dengan ketetapan yang diputuskan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa, Rabu malam (13/5/2020) saat menggelar pertemuan dengan tiga Kepala Daerah se-Malang Raya dalam persiapan PSBB.

Artinya, sejak dimulainya PSBB hingga 14 hari ke depannya tepatnya sampai tanggal 30 Mei 2020 segala aktivitas dan mobilitas warga dilakukan pembatasan yang ketat.

Seperti akses mobilitas warga antar wilayah. Dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tetap memperbolehkan bagi siapapun di wilayah Malang Raya yang berkepentingan untuk keluar masuk kota.

Sehingga, masyarakat Kota Malang yang hendak melakukan perjalanan ke Kota Batu atau Kabupaten Malang masih diperkenankan. Tentunya tetap dengan memperhatikan protokol Covid-19.

Dan juga, dalam hal ini setiap warga tetap dilakukan pengecekan di setiap check point pembatasan wilayah.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, bahwa siapapun boleh untuk melakukan mobilitas hilir mudik lintas daerah di Malang Raya.

Asalkan, orang tersebut tidak melakukan aktivitas keluar dari wilayah Malang Raya.

Sejumlah poin penting juga diterapkan di dalam mobilitas orang tersebut.

 

MUI Jatim Anjurkan Umat Islam Salat Idul Fitri 2020 di Masjid dengan Protokol Pencegahan Covid-19

Jelang PSBB, Pengelola Pasar Kebalen Gambar Penerapan Ganjil Genap di Jalan Zaenal Zakze Kota Malang

Aturan Pokok PSBB Malang Raya, Pasar Tradisional Masih Buka hingga Boleh Ibadah di Masjid

Seperti orang yang bukan warga Malang Raya (Tidak Ber-KTP Malang Raya) diperbolehkan melakukan perjalanan ke wilayah Malang Raya asalkan memiliki surat tugas.

Apabila orang tersebut tidak memiliki surat tugas, maka tidak boleh melakukan perjalanan lintas daerah di dalam Malang Raya.

"Jadi harus punya surat tugas. Nanti akan ditanyai ketika di perbatasan antar daerah. Karena di sana akan ada check point untuk pengecekan mobilitas orang," ucap Wali Kota Malang Sutiaji.

Tak hanya itu, bagi warga Malang Raya atau yang ber-KTP Malang Raya tetap bisa menjalani aktivitas antar daerah.

Masyarakat hanya perlu menunjukkan KTP di setiap posko check point yang telah disediakan selama penerapan PSBB.

"Nanti di sana ada petugasnya. Tinggal menunjukkan KTP, langsung jalan, jadi biar tidak ada penumpukan," ucapnya.

Untuk itu, pada saat hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Malang Raya akan dijadikan bahan evaluasi oleh Pemkot Malang.

Dari hasil evaluasi itulah yang nantinya akan dilakukan perbaikan agar efektivitas selama penerapan PSBB bisa lancar.

"Goal kita physical distancing. Nanti kita lihat dulu kondisinya. Karena kita berkaca pada saat penerapan awal PSBB di Surabaya," tandasnya.

Alat PCR Mekanis untuk Deteksi Covid-19 di RSUD Gambiran Kediri Hanya Butuh Waktu 45 Menit

Jumlah Kasus Covid-19 di Tuban Bertambah Jadi 12 Orang, 1 PDP Meninggal dan Hasil Swab Belum Keluar

Pasar Kota Bojonegoro Jadi Klaster Baru Virus Corona, 7 Pedagang Positif Covid-19, 22 Orang Terpapar

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved