Virus Corona di Surabaya

Pasar Tradisional di Surabaya Tetap Buka Asal Pedagang & Pembeli Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Pemkot Surabaya tidak akan melakukan penutupan pasarnya, tapi akan melakukan pengaturan bila didapati temuan kasus Corona di pasar.

TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Pedagang saat mengemasi barang dagangannya di Pasar Kapasan Surabaya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya atau Pemkot Surabaya terus melakukan evaluasi pasar-pasar yang telah ditutup selama masa pandemi Covid-19 ini.

Hasilnya, ke depan Pemkot Surabaya tidak akan melakukan penutupan pasarnya, tapi akan melakukan pengaturan bila didapati temuan kasus Corona di pasar.

Bila pasar ditutup, para pedagang ini akan mencari tempat lain untuk bisa berjualan, sehingga hal itu akan menjadi masalah baru di tempat lain.

Kini pedagang dan pembeli yang melakukan aktivitas jual beli di pasar diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Mereka juga diminta untuk aktif dalam pengawasan terkait itu di lapangan.

"Kita mengajak pedagang, kalau kita yang melakukan pengawasan mungkin tidak akan setiap saat dan menyeluruh tapi kalau pedagang sendiri setelah mereka sadar, mereka juga bisa mengontrol para pembeli," kata Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surabaya, Pieter Frans Rumaseb.

PSBB Malang Raya, Polresta Malang Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Check Point Balearjosari

Update Virus Corona di Kota Malang, Minggu 17 Mei 2020, Tambah 1 Kasus, Total 26 Positif Covid-19

Cara Mudah Mengecek Data Penerima Bantuan Sosial Melalui Online dan Aplikasi, Simak Langkahnya

Hal itu menjadi penting untuk sama-sama menyatukan komitmen meminimalisir potensi penularan Covid-19 di pasar tradisional.

Pedagang dan pembeli diajak untuk saling berdisiplin diri menjalankan protokol kesehatan.

Di antaranya, social distancing dan physical distancing serta rutin cuci tangan.

Kemudian memakai masker baik pedagang maupun pembeli serta protokol lain yang harus dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran.

Menurut Pieter Frans Rumaseb, nantinya pedagang bisa mengingatkan kepada para pembeli agar memakai masker ketika di pasar.

Atau bahkan bisa menolak transaksi jika memang didatangi pembeli yang tak disiplin menjalankan protokol kesehatan tersebut.

"(Pembeli) manakala mereka datang tidak memakai masker bisa disuruh balik, sehingga kita sama-sama bisa menjaga," ungkapnya.

Itulah komitmen bersama untuk upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta jalannya roda perekonomian harus diperhatikan seluruh pihak.

BREAKING NEWS - Satu Karyawan Bank di Bangkalan Madura Tertular Virus Corona dari Nasabah

BREAKING NEWS: Hari Pertama Pelaksanaan PSBB, 10 Kendaraan Menuju Kota Malang Diminta Putar Balik

Cemburu Pacarnya Dekat dengan Pria Lain, Pria asal Malang Tusuk Leher Korban lalu Dibuang ke Jurang

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved