Pengedar dan Produsen Sabu di Sidoarjo

Home Industri Sabu di Semarang Produksi 5 Kg Dalam 2 Hari, Tergantung Pasokan Bahan dari Malaysia

Petugas BNNP Jatim akhirnya menghampiri sebuah home industri sabu yang terletak di Perumahan Graha Taman Pelangi C3, Semarang, Jawah Tengah.

Kolase Istimewa/TRIBUNMADURA.COM
Petugas BNNP saat menemukan paket sabu yang dibawa oleh tersangka di sebuah kamar hotel wilayah Sidoarjo dan dua tersangka produsen sekaligus pengedar sabu saat dikeler di rumah produksinya di Semarang Jawa Tengah 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Petugas BNNP Jatim akhirnya membongkar sebuah home industri sabu yang terletak di Perumahan Graha Taman Pelangi C3, Kota Semarang, Jawah Tengah.

Sebelumnya, dua pengedar sabu dan dua produsen sabu digerebek di dalam sebuah hotel yang terletak di Jalan Raya Pabean, Kelurahan Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Setelah melakukan penelusuran, BNNP Jatim menemukan fakta-fakta mengejutkan.

BREAKING NEWS: BNNP Jatim Tangkap 2 Pengedar Sabu dan 2 Produsen Sabu di Sebuah Hotel di Sidoarjo

Sebanyak 65 Warga Binaan di Rutan Klas IIB Sampang Dapat Asimilasi dan Integrasi Kemenkumham

Lembaga Amil Zakat Giatkan Penyaluran Zakat Maal dan Zakat Fitrah Online Selama Pandemi Covid-19

Salah satu faktanya adalah dua produsen sabu rupanya mampu meproduksi minimal 5 kilogram sabu dalam dua hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunMadura.com, dua produsen sabu bernama Dedik A. Manik (42) warga Mengkudu Blok M, Jakarta Utara dan Novin Adrian warga (36) warga Dusun Gowok, Kabupaten Kendal.

"Untuk sekali produksi, itu dua hari bisa hasilkan 5 kilogram sabu. Dan itu tergantung pasokan bahan dari Malaysia," kata Kepala BNNP Jatim, Brigjend Pol Bambang Priyambadha, Senin (18/5/2020).

Dua pengedar sabu dan dua produsen sabu sengaja menggelar pertemuan di sebuah hotel untuk melakukan transaksi sabu.

Seementara, dua pengedar sabu bernama M Nasirin alias Cak Imin (31) warga Desa Pagerjowo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo dan (40) warga Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan.

Saat tim pemberantasan BNNP Jatim bergerak, di dalam kamar hotel nomor 103 yang digunakan pertemuan keempat tersangka itu ditemukan sebanyak tujuh paket narkotika jenis sabu masing-masing berisi, 1030 gr, 1032 gr, 1033 gr, 1030 gr, 1032 gr, 107 gr dan 55 gr dengan total sebanyak 5,319 kilogram.

Tujuh paket sabu dengan berat total 5,319 Kilogram dikemas dalam kertas coklat di dalam tas dengan kunci gembok.

Dua produsen sabu mengaku, memiliki sebuah home industri sabu di wilayah perumahan Graha Taman Pelangi C3, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kepala BNNP Jatim, Brigjend Pol Bambang Priyambadha mengatakan, pengungkapan tersebut dilakukan tim pemberantasan setelah melakukan profiling dari informasi masyarakat.

Pengumuman Hasil Seleksi PPDB SMPN Kota Malang via WhatsApp/Telegram, Daftar Ulang Pakai Google Form

Terminal Arjosari Kota Malang Tutup saat PSBB Malang Raya, Angkot Masih Boleh Beroperasi

Kebanjiran Pasien Rujukan Tanpa Koordinasi, IGD dr Soetomo Sempat Tutup Sementara

"Awalnya di seputaran Sidoarjo itu sering dijadikan tempat transaksinya jaringan ini. Kemudian tim berantas BNNP jatim lakukan profiling dan penyelidikan hingga akhirnya kami temukan empat tersangka dalam sebuah kamar hotel di sekitar Sedati, Sidoarjo," kata Bambang, Senin (18/5/2020).

Setelah diinterogasi, petugas BNNP Jatim kemudian berbagi tugas dengan memilah dua tersangka pengedar yang membeli dlsabu dari produsen untuk dibawa ke Mako BNNP Jatim, sedang dua lainnya dikeler menuju tempat produksi di wilayah Semarang.

"Disana (Semarang,red) kami temukan peralatan sederhana untuk membuat sabu berikut prekusor atau bahan untuk membuat serbuk haram sabu itu di rumaj tersebut," tandasnya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved