Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Kebanjiran Pasien Rujukan Tanpa Koordinasi, IGD dr Soetomo Sempat Tutup Sementara

Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi mengklarifikasi kabar bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah tidak menerima pasien.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, saat diwawancara, Selasa (12/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi mengklarifikasi kabar bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau IGD RSUD dr Soetomo sudah tidak menerima pasien pada, Minggu (17/5/2020).

Joni Wahyuhadi mengaskan itu tidak benar.

IGD RSUD dr Soetomo memang sempat tidak menerima pasien untuk sementara waktu karena masih ada sejumlah pasien diduga Covid-19 di ruangan itu yang belum masuk ke ruangan isolasi.

"Tadi malam (Sabtu, 16/5/2020) di RS dr Soetomo terjadi kedatangan pasien dengan Covid-19 cukup banyak, sampai pagi (Minggu, 17/5/2020) masih tersisa 34-35 pasien di UGD," kata Joni Wahyuhadi saat konferensi pers, Minggu (17/5/2020) malam.

Cara Mudah Mengecek Data Penerima Bantuan Sosial Melalui Online dan Aplikasi, Simak Langkahnya

Pemprov Jatim Gelontorkan Rp 161,6 M untuk Bantuan APD hingga Sembako, Perkuat PSBB Surabaya Raya

16 ABK KMP Awu Positif Covid-19, 74 ABK Diisolasi di Atas Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Pasien tersebut, ada yang datang sendiri tapi sebagian dibawa oleh KMS 112 (command center Pemkot Surabaya) ke RSUD dr Soetomo Surabaya tanpa komunikasi terlebih dahulu.

"Begitu saja ditaruh di UGD dan ditinggal. Seperti itu akan membuat petugas kerepotan menempatkan dimana agar tidak menular ke yang lain," lanjut Joni Wahyuhadi.

Perawat mengusahakan agar pasien-pasien tersebut segera mendapatkan ruangan hingga pukul 08.00-08.30 WIB pasien masih menumpuk padahal pada jam tersebut adalah waktu disinfeksi UGD.

"Akhirnya tim di UGD minta waktu, para perawat lalu menulis di kaca. Saya juga tidak tahu siapa yang memfoto dan share kemana-mana dikira IGD nya tutup padahal ini jeda waktu untuk melakukan evakuasi disinfeksi ruangannya," lanjut Joni yang juga Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur.

Selama jeda waktu tersebut, perawat dan petugas melakukan disinfeksi UGD serta menyiapkan ruangan untuk pasien akut sebagai ruang isolasi tambahan.

"Jadi karena 'kegeruduk' akhirnya membuka (ruangan) yang seharusnya untuk pasien akut, karena pasien akut sekarang tidak banyak, jadi kita pindah dulu," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved