Berita Pamekasan

Pamekasan Jadi Kabupaten Pendaftar TKI Legal Terendah se-Madura Sejak Januari 2020, Ini Penyebabnya

TKI asal Kabupaten Pamekasan yang mendaftar secara prosedural hanya ada sekitar 5 orang saja sejak Januari hingga Mei 2020.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Petugas Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Pamekasan, saat memberikan sosialisasi kepada para calon TKI/PMI asal Pamekasan. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Kabupaten Pamekasan tercatat sebagai kabupaten yang paling sedikit pendaftar Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI secara prosedural se-Madura sejak Januari hingga Mei 2020.

Data tersebut terbukti berdasarkan rekapitulasi data registrasi TKI yang mendaftar secara prosedural periode 1 Januari hingga 13 Mei 2020 yang dimiliki oleh Kantor Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Pamekasan.

Koordinator P4TKI Pamekasan, Hari Sarjana Saputra mengatakan, TKI asal Kabupaten Pamekasan yang mendaftar secara prosedural hanya ada sekitar 5 orang saja.

Download Drama Korea The World of the Married Sub Indo Episode 1 - 16 (End), Ada Sinopsis Lengkapnya

Toko Pakaian di Kota Malang Buka saat PSBB Malang Raya, Langsung Tutup setelah Disidak Wali Kota

Perawat RS Royal Surabaya Diduga Meninggal Dunia Karena Virus Corona, Begini Kata Rumah Sakit

Menurut dia, penyebab sedikitnya minat PMI asal Pamekasan yang mendaftar secara prosedural tersebut disebabkan lantaran adanya pandemi Covid-19.

"Data PMI yang mendaftar secara prosedural di Pamekasan tahun 2020 ini lumayan meningkat," kata Hari Sarjana kepada TribunMadura.com, Senin (18/5/2020).

"Karena tahun 2017 tidak ada yang mendaftar sama sekali," sambung dia.

Hari menjelaskan, tahun 2019, pendaftar PMI secara prosedural di Pamekasan sangat signifikan yaitu mencapai sebanyak 84 orang.

Sementara di tahun 2018, hanya 59 orang yang mendaftar menjadi PMI secara prosedural.

Hari mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan tingginya angka PMI di Pamekasan yang terindikasi banyak berangkat secara non prosedural (ilegal).

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved