PSBB di Malang

Sopir Angkot Disarankan Tetap di Rumah saat Penerapan PSBB Malang Raya, Bupati Sanusi: Daripada Rugi

Sopir angkot di Kabupaten Malang diimbau agar berada di rumah selama PSBB Malang Raya berlangsung.

TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat memasang stiker imbauan PSBB Malang Raya di pintu kendaraan angkot, Senin (18/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyarankan sopir angkot di Kabupaten Malang agar berada di rumah selama PSBB Malang Raya berlangsung.

Muhammad Sanusi menyebut, langkah itu dapat mengurangi banyaknya orang yang berada di jalan selama penerapan PSBB Malang Raya

"Ini untuk mengurangi peredaran manusia kami suruh supir angkot stay home aja gak usah keluar narik angkot," ujar Sanusi usai memasang stiker imbauan PSBB Malang Raya di pintu kendaraan angkot, Senin (18/5/2020).

5 Korban Kecelakaan di Pamekasan Lumpuh hingga Diamputasi, Kasat Lantas Langsung Beri Bantuan

Inilah Poin-Poin Aturan PSBB Malang Raya, Kegiatan Ibadah hingga Jenis Usaha yang Boleh Buka

Pasar Arosbaya Bangkalan Disemprot Disinfektan, Masih Ditemukan Pengunjung Tak Pakai Masker

Pengusaha tebu asal Gondanglegi itu menilai para sopir angkot akan mendapati hasil yang sia-sia jika tetap nekat beroperasi.

Sebab, menurutnya, aturan PSBB Malang Raya memaksa segala angkutan umum hanya boleh mengangkut setengah dari kapasitas kendaraan.

"Narik cuma empat penumpang ya rugi. Dapat cuma Rp 20 ribu bensinnya aja Rp 35 ribu mesti tekor itu," kata dia.

"Daripada rugi gak usah ngangkot gitu aja," beber Sanusi memberikan solusi.

Kepada para sopir angkot, Sanusi menjabarkan solusi yang akan diberikan Pemkab Malang.

Bantuan sosial berupa 15 kilogram beras, dua liter minyak goreng dan satu kilogram telur ayam akan jadi andalan Pemkab untuk disalurkan kepada para supir angkot.

PSBB Malang Raya Hari Kedua, Terjadi Lonjakan Kendaraan R2 dan R4 Menuju Kota Malang

Menurut Sanusi, jumlah bantuan itu lebih dari cukup guna memenuhi kebutuhan pangan supir angkot beserta keluarganya.

"Wah ya lebih (dari cukup) lah, 15 kilogram. Saya aja setengah sekilo (beras) cukup sehari," ujar Sanusi.

Politisi PDIP itu turut memberikan solusi lain kepada para supir angkot.

Sanusi mendorong para supir angkot bisa mencari alternatif pekerjaan lain.

"Untuk pendapatan, mereka bisa kerja lain. Selain sopir, keluarganya bisa kerja. Disarankan cari kerja lain," kata eks politisi PKB itu. (ew)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved