PSBB di Surabaya

Cegah Kerumuman Pembeli Jelang Lebaran, Satpol PP Surabaya Gencar Patroli di Pusat Perbelanjaan

Personel dari Pemkot Surabaya semakin gencar melakukan upaya pemantauan dan pengawasan di pusat perbelanjaan di Kota Surabaya.

TRIBUNMADURA/ARIE NOER RACHMAWATI
Ilustrasi - Pameran batik menjelang akhir tahun di Atrium Tunjungan Plaza 1 Surabaya Lantai UG, Jumat (14/12/2018). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Personel dari Pemkot Surabaya semakin gencar melakukan upaya pemantauan dan pengawasan di pusat perbelanjaan di Kota Surabaya.

Hal itu untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik.

Apalagi, beberapa waktu belakangan ini tersiar kabar mall dan pusat perbelanjaan mulai ramai. Sebagai bentuk pengawasan, petugas Satpol PP dan BPB Linmas diterjunkan ke banyak lokasi di Surabaya.

"Selain imbauan kita minta (warga) untuk kembali," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Eddy Christijanto.

Jadwal Acara TV Trans TV RCTI Trans 7 SCTV GTV Net TV MNC TV Selasa 19 Mei 2020, Ada Film THE MUMMY

Harga BBM di Indonesia Manipulatif, MTI Jatim:Harusnya Harga Solar Tak Lebih dari Rp 4.300 Per Liter

Sejumlah Mal di Surabaya Tetap Ramai Pengunjung saat PSBB, Gugus Tugas Covid-19 akan Gelar Operasi

Para petugas juga juga berada di pintu masuk menuju Mall, tujuannya untuk melakukan pembatasan warga yang akan masuk dan meninjau apakah protokol kesehatan telah dilakukan atau justru diabaikan.

Menurut Eddy Christijanto, upaya demikian dilakukan agar pengunjung tidak membludak dan berdesak-desakan.

Pun warga diharapkan tetap menjalankan aturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB serta protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak aman untuk semakin menekan potensi penyebaran Covid-19.

Saat ini Surabaya memang masih menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 2. Sehingga berbagai aturan pun masih berlaku bila merujuk pada Perwali nomor 16 tahun 2020 tentang PSBB.

Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto mengungkapkan, bila protokol kesehatan sudah diabaikan baik oleh pengelola Mall maupun warga maka sanksi bisa saja dilakukan.

Kasus Corona di Jatim Makin Tinggi Selama PSBB Surabaya Raya, Begini Penjelasan Tim Gugus Tugas

Update Corona di Jatim: 131 Kasus Baru Covid-19, Total Pasien Positif 2.281, 38 Orang Sembuh

Pengunjung Mal di Jember Membludak Viral di Media Sosial, Fakta Baru Terungkap Setelah Polisi Datang

Misalnya, untuk warga yang tetap bandel tak memperhatikan imbauan serta protokol kesehatan bisa saja disita KTP-nya oleh aparat penegak Perda untuk kemudian dilakukan proses lanjutan.

Sementara untuk pengelola Mall bisa diberikan peringatan tertulis atau tahapan terburuknya bisa rekomendasi untuk pencabutan izin.

Irvan mengungkapkan, pihaknya bakal terus melakukan pemantauan di lapangan apalagi ini kian mendekati lebaran idul fitri.

"Kita sudah keliling, kita memastikan protokol kesehatan itu dijalankan," ungkapnya.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved