Breaking News:

Berita Surabaya

Ini Alasan Manajemen Mall Plaza Marina Surabaya Wajibkan Pengunjung dan Karyawan Pakai Face Shield

Mall Plaza Marina Surabaya menerapkan aturan pemakaian face shield bagi para pengunjung dan karyawan.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/Tony Hermawan
Aturan jaga jarak 1 meter di area Mall Plaza Marina Surabaya, Kamis (21/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - General Manajer Mall Plaza Marina Surabaya, Fransisca Maria Budiman membenarkan adanya aturan pemakaian face shield bagi para pengunjung dan karyawan

Fransisca Maria Budiman menjelaskan, selama PSBB Surabaya berlangsung, tidak ada aturan baku tentang penggunaan face shield.

Kebijakan itu diambil melihat adanya interaksi intens pegawai toko dan pengujung ponsel Mall Plaza Marina Surabaya.

Mall di Surabaya ini Wajibkan Pengunjung dan Karyawan Pakai Face Shield saat Pandemi Covid-19

Barbershop di Surabaya ini Beri Promo selama Pandemi Covid-19, Pelanggan Bisa Bayar Harga Suka-Suka

15 Ribu Warga Kota Malang Dapat Bantuan Rp 300 Ribu selama Tiga Bulan, Ini Lokasi Pencairan Dananya

"Kedua interaksinya pasti lebih. Kalau di toko baju kita bisa pilih-pilih sendiri kalau cocok tinggal minta size yang sesuai," kata Fransisca saat ditemui di Mall Plaza Marina Surabaya, Kamis (21/5/2020).

"Tapi kalau di sini (Plaza Marina), SPG dan pembeli interaksinya bisa 1 jam lebih," tambahnya.

"Apalagi kalau mindah data, waktunya bisa lebih lama," sambung dia.

"Itu yang buat saya harus ada double protect," ungkapnya.

Selain itu, pihak manajemen mal juga membatasi jaga jarak satu meter.

Hal itu dimaksudkan agar tidak ada kerumunan di setiap toko.

Akhir Kisah Romansa Yeo Da Kyung, Sosok Pelakor Drama Korea The World of the Married, Tak Bahagia?

"Tapi bisa diliat juga gimana susahnya orang itu disiplin mengikuti aturan," kata dia.

"Dan cenderungnya yang beli cuma satu, tapi ngeruntelnya (kerumunannya) itu loh," ucapnya.

Fransisca menuturkan, untuk menyediakan face shield, pihaknya bekerja sama dengan UMKM dan yayasan di ITS Surabaya.

Ia mengatakan, tidak menarik keuntungan atas penjualan face shield tersebut.

"Kami libatkan para UMKM itu," ungkapnya.

RSUD Dr Slamet Martodirdjo Pamekasan Pastikan Limbah APD Dibuang sesuai Protokol Pencegahan Covid-19

"Dan yang perlu diketahui, kami pun tidak menarik biaya sepeser pun untuk mereka yang menjual face shield," jelasnya.

Ia menambahkan, selama masa pandemi virus corona, pihaknya akan terus memberlakukan aturan tersebut. 

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan sebagai upaya agar tidak ada daftar klaster baru di Surabaya.

"Memang aturan face shield ini belum umum, tapi ini usaha kami bantu pemerintah agar tidak ada klaster baru," ucap dia.

"Kalau pun ini bisa bikin tidak nyaman pengunjung, kami mohon maaf yang penting kami bisa membantu pemerintah," pungkasnya.

Toko Mainan di Kota Batu Diminta Tutup selama PSBB Malang Raya, Terancam Disegel Jika Menolak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved