Breaking News:

Virus Corona di Pamekasan

Pemkab Pamekasan Tak Menutup Pasar Kolpajung Meski Menjadi Klaster Baru Covid-19, ini Alasannya

Meski pasar Kolpajung Pamekasan, Madura menjadi Klaster baru penyebaran virus corona atau Covid-19, tapi tidak akan ditutup

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Pasar Kolpajung di Kabupaten Pamekasan, Madura kini menjadi perhatian Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo. 

Tidak hanya itu, Totok juga menjelaskan, adanya klaster baru penyebaran virus corona di Pasar Kolpajung Pamekasan disebabkan karena transmisi lokal.

Ia mengaku, pada Kamis 21 Mei 2020 kemarin sudah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area Pasar Kolpajung.

Dilakukannya penyemprotan itu kata dia, untuk mencegah sejak dini penyebaran virus corona di Pasar Kolpajung agar tidak semakin meluas.

"Saya harap kepada setiap pengunjung pasar dan pedagang yang berjualan di pasar manapun, untuk saat ini ayo tetap menjaga jarak dan usahakan pakai masker," pintanya.

Sekadar informasi, munculnya penyebaran Covid-19 klaster baru di Pasar Kolpajung Pamekasan setelah terdapat kasus seorang pedagang yang berjualan timur di pasar tersebut dinyatakan terjangkit virus corona.

Di Pasar Kolpajung sudah terdapat dua kasus Covid-19.

Kasus pertama, yang menimpa S, perempuan berusia 55 tahun, warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Ending Drama Korea The World of the Married, Yeo Da Kyung Didekati Pria Tampan setelah Cerai

S kesehariannya berjualan ikan di Pasar Kolpajung.

Ia ditetapkan sebagai pasien yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) karena memiliki gejala yang mengarah ke Covid-19, yaitu batuk dan sesak napas.

Mulanya S saat dua Minggu lalu dikategorikan sebagai PDP Covid-19, ia menolak untuk dirawat di ruang isolasi RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved