Berita Gresik

195 Penumpang Kapal Express Bahari Pulang ke Pulau Bawean, 12 di Antaranya Pekerja Migran Indonesia

Ratusan penumpang dan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Pulau Bawean pulang diangkut kapal penumpang Express Bahari, Sabtu (23/5/2020).

Penulis: Willy Abraham | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Penumpang saat menaiki kapal Express Bahari hendak pulang ke Pulau Bawean di Pelabuhan Gresik, Sabtu (23/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Ratusan penumpang asal Pulau Bawean pulang diangkut kapal penumpang Express Bahari, Sabtu (23/5/2020).

Berdasarkan pantauan TribunMadura.com, ratusan penumpang yang diangkut berstatus pekerja migran Indonesia (PMI) hanya sebagian kecil.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Muhammad Amri menuturkan, jika kembali beroperasinya kapal penumpang tujuan Gresik-Bawean adalah menindaklanjuti keputusan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gresik.

Sebab, warga Pulau Bawean yang tinggal sementara di wilayah daratan Gresik terancam akan kehabisan bekal jika tidak segera kembali.

Sidak Wilayah Pasar Besar Kota Malang, Forkopimda Temukan Beberapa Pemilik Toko Masih Buka Usaha

Lee Moo Saeng Pemeran Dokter Kim Ungkap soal Kemungkinan The World of the Married Season 2

Berikut Panduan Takbiran Idul Fitri dari Rumah, Lengkap dengan Lafal Bacaan Takbir Beserta Artinya

Penumpang saat menaiki kapal Express Bahari hendak pulang ke Pulau Bawean di Pelabuhan Gresik, Sabtu (23/5/2020).
Penumpang saat menaiki kapal Express Bahari hendak pulang ke Pulau Bawean di Pelabuhan Gresik, Sabtu (23/5/2020). (TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM)

“Dari 195 penumpang yang berstatus pekerja migran Indonesia (PMI) hanya 12 orang,” jelasnya di Pelabuhan Gresik, Sabtu (23/5/2020).

Menurutnya, Pemkab Gresik melonggarkan pemudik karena kemanusiaan. Syarat untuk bisa pulang kampung ke Bawean sangat ketat.

Penumpang harus membawa surat sehat, ada tiga puskesmas yang ditunjuk untuk melayani warga Bawean. Salah satunya puskesmas Alun-alun.

"Menunjukkan hasil rapid test. Hasilnya negatif bisa pulang," kata dia.

Sejak pukul 06.00 WIB, petugas langsung mengecek penumpang sebelum masuk ke dalam kapal.

Diperbolehkannya warga Bawean pulang ini disambut positif oleh Khasanatur Rahma. Wanita berusia 27 tahun ini menggendong bayinya masuk ke dalam kapal.

Warga Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean bersyukur bisa diperbolehkan mudik.

"Saya nunggu pulang naik kapal penumpang, naik kapal barang Gili Iyang tidak kuat. Lama delapan jam di kapal," terangnya.

Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Gresik Capt Masri T Randa Bunga menambahkan selain protokol kesehatan yang ketat, jumlah kapasitas kursi kapal dibatasi 50 persen.

Pemprov Jatim Bagikan Paket Sembako untuk Warga yang Pulang Kampung dari Bali akibat Korban PHK

Rapid Test Covid-19 di Perumahan Mastrip Sumbersari Jember, 24 Orang Reaktif Tes Cepat

Buntut Perseteruan Habib Umar Abdullah Assegaf dengan Petugas Satpol PP, Asmadi Diajak Umrah Gratis

Apakah sampai arus balik kapal penumpang beroperasi ? Pihaknya belum bisa memastikan. Kapal penumpang hanya beroperasi hari ini.

"Kami serahkan semua kepada tim Gugus Tugas Pemkab Gresik. Hari ini satu kali berlayar. Dari Gresik ke Pulau Bawean, nanti siang dari Bawean ke Gresik," terangnya.

Sekadar informasi, terakhir kali kapal mengangkut penumpang warga Bawean yang akan pulang lebih dari sepekan lalu.

Kapal barang yang masih diperbolehkan mengangkut penumpang ke Pulau Bawean gagal berangkat, pada Senin (18/5/2020).

Penyebabnya, dari 53 penumpang kapal yang melakukan rapid test.

19 di antaranya menunjukkan hasil reaktif rapid test.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved