Virus Corona di Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo Siapkan Dua Hotel Sebagai Tempat Karantina Pasien Corona OTG, Berkapasitas 200 Orang

Dua hotel dengan kapasitas sekitar 200 orang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atau Pemkab Sidoarjo untuk tempat karantina.

Penulis: M Taufik | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/M TAUFIK
Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin 

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Dua hotel dengan kapasitas sekitar 200 orang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atau Pemkab Sidoarjo untuk tempat karantina.

Meski tidak menyebut nama hotelnya, namun Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin memastikan hotel tersebut sudah siap difungsikan.

Hotel itu bakal difungsikan untuk menampung Orang Tanpa Gejala (OTG) supaya tidak berkeliaran.

Makan dan kebutuhannya selama dikarantina, ditanggung pemerintah.

"Warga yang hasil rapid tesnya reaktif, sambil menunggu hasil swab juga bakal ditampung di dua hotel tersebut," kata Nur Ahmad Syaifuddin, Selasa (26/5/2020).

UPDATE CORONA di Gresik Selasa 26 Mei 2020, Ada Tambahan 2 Kasus, Satu Pasien dari Klaster Surabaya

13 Pasien Positif Corona Klaster Pabrik Rokok Tulungagung Dirawat di RSUD Kilisuci Kota Kediri

Selama PSBB Sidoarjo Tahap 3, Sistem Ganjil Genap Bakal Diterapkan di Pasar Tradisional

Selama ini, kerap terjadi kegaduhan di masyarakat ketika ada warga yang rapid tesnya reaktif kemudian keluyuran. Memang belum dinyatakan positif Covid-19, karena swab tesnya belum keluar.

Tapi warga yang menunggu hasil swab tes itu seharusnya memang melakukan isolasi mandiri.

"Ke depan, warga yang tidak sabar menunggu hasil swab dan malah keluyuran, akan langsung diamankan petugas Dinas Kesehatan bersama aparat. Dibawa ke hotel tempat karantina," urai Cak Nur, panggilan Nur Ahmad.

Dari hasil evaluasi pelaksanaan PSBB tahap dua, diakui banyak sekali kekurangan. Sehingga perlu sejumlah perbaikan.

Apalagi jumlah pasien positif juga meningkat tajam selama PSBB tahap dua berlangsung. Saat ini saja, terhitung sudah ada 542 orang pasien positif di Sidoarjo.

"Sekitar 60 persen penambahan pasien positif berasal dari PDP. Artinya, mayoritas penambahan itu hasil dari semakin banyaknya tes yang dilakukan," kata Nur Ahmad Syaifuddin.

Selama ini, disebut dia ada lebih dari 10 ribu rapid test yang dilakukan. Mereka yang reaktif lanjut swab test, dan hasilnya memang cukup banyak yang positif.

"Dan penambahan terbanyak akhir-akhir ini ada di wilayah perbatasan. Yakni di Kecamatan Waru dan Taman," lanjut Nur Ahmad Syaifuddin.

Pasien Covid-19 di Tuban Terus Meningkat, Kepala RSUD dr Koesma Ungkap 4 Cara Mencegah Virus Corona

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkab Jember Tutup Pasar Tradisional dan Swalayan

Polres Pasuruan Belum Bisa Pastikan Penyebab Kebakaran Mobil yang Sebabkan 2 Anak Tewas Terpanggang

Melalui PSBB berbasis desa yang diterapkan hingga 8 Juni mendatang, diharapkan penyebaran Covid-19 bisa semakin ditekan.

Kuncinya, aparat desa bersama Babinkamtibmas dan Babinsa harus lebih maksimal dalam melakukan pembatasan.

Surat keterangan RT/RW tetap berlaku selama PSBB tahap tiga.

Orang luar diusahakan jangan keluar masuk di desa atau perkampungan. Pemeriksaan diharap bisa lebih maksimal.

"Aparat desa harus lebih tegas. Aturannya ada di Perbup dan bisa ditambahkan melalui Perdes. Termasuk anggaran, bisa dengan realokasi APBDes atau dari APBD Sidoarjo," sebutnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved