Virus Corona di Surabaya

Tenaga Kesehatan RS Universitas Airlangga Positif Covid-19, Layanan Pasien Dihentikan Sementara

Sejumlah tenaga kesehatan Rumah Sakit Universitas Airlangga terapapar virus corona atau Covid-19.

Shutterstock.com
ilustrasi - Sejumlah Tenaga Kesehatan RS Universitas Airlangga Positif Covid-19, Layanan Pasien Dihentikan Sementara 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sejumlah tenaga kesehatan Rumah Sakit Universitas Airlangga positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Untuk itu, Rumah Sakit Universitas Airlangga tengah melakukan penataan internal.

Melalui surat pemberitahuan tertanggal 25 Mei 2020 yang ditandatangani Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan dr Hamzah, Rumah Sakit Universitas Airlangga menyampaikan penghentian sementara layanan pasien baru Covid-19.

Gubernur Khofifah Minta Warga Jawa Timur Sementara Waktu Tak Kembali ke Jakarta, Mohon Bersabar

Hari Pertama PSBB Surabaya Tahap 3, Mall Royal Plaza dan Tunjungan Plaza Banyak Didatangi Pengunjung

Kasus Virus Corona di Jawa Timur Bertambah 64 Pasien, Kota Surabaya Jadi Penyumbang Terbanyak

Hal itu dilakukan karena keterbatasan kapasitas perawatan pasien dan penyesuaian layanan Rumah Sakit Universitas Airlangga.

Ketua Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Universitas Airlangga, Dr Suko Widodo membenarkan jika ada beberapa tenaga kesehatan yang positif terpapar Covid-19

"Benar ada enam tenaga kesehatan. Mereka terinfeksi karena kontak langsung dengan pasien Covid-19," ujar Suko, Rabu (27/5/2020).

"Mayoritas adalah perawat. Kalau dokter ada juga yang kena," sambung dia.

Dua Anak di Pasuruan Tewas Terpanggang Dalam Mobil, Diduga Korban Sempat Bermain Korek Api

Terdeteksinya enam tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 setelah RSUA melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan.

"Pemeriksaan itu sebetulnya rutin. Tapi karena ini banyak kasus Covid-19, tenaga kesehatan sekalian diperiksakan," ujar Suko.

Sementara mengenai penghentian sementara layanan rujukan bagi pasien Covid-19, Suko menegaskan bukan penutupan tapi penataan internal untuk meningkatkan kualitas penanganan.

"Bukan ditutup tapi penataan internal. RSUA harus mengantisipasi dengan kemungkinan terjadinya peningkatan pasien baru Covid-19," jelas dia.

"Karena itulah, perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan mendesak agar kualitas layanan tetap terjaga," katanya.

Sutiaji Tak Ingin PSBB di Kota Malang Diperpanjang, Kini Tengah Susun Kebijakan untuk New Normal

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved