Breaking News:

New Normal di Jawa Timur

Pakar Psikologi Sosial: Selama New Normal Aktivitas Tetap Berjalan, Protokol Kesehatan Harus Jelas

Pakar Psikologi Sosial Universitas Airlangga buka suara terkait penerapan new normal di tengah Covid-19, sama seperti membiasakan pakai helm.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Pakar Psikologi Sosial Universitas Airlangga (Unair), Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikologi. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pola hidup baru di tengah wabah virus corona ( Covid-19 ) atau new normal akan diterapkan di beberapa kota besar di Indonesia termasuk di Kota Surabaya

Tatanan hidup baru ini memang diharapkan adanya perubahan pola hidup dan perilaku masyarakat dalam situasi yang masih dibayang-bayangi keberadaan Covid-19

Kebijakan terkait new normal di Indonesia muncul dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Kabar Sedih, Meski New Normal, Warga Luar Malang Raya Tetap Dilarang Masuk

Sambut New Normal, Tunjungan Plaza Surabaya Terapkan One Way System Bagi Para Pengunjung Mal

Daftar Istilah Terkait Virus Corona yang Penting untuk Diketahui, Mulai dari New Normal hingga OTG

Dikatakan Pakar Psikologi Sosial Universitas Airlangga (Unair), Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikologi, adanya perubahan pola hidup dan perilaku tersebut diharapkan masyarakat bisa sehat dan tidak terinfeksi Covid-19 sampai ditemukannya vaksin untuk Covid-19 tersebut. 

Adanya Kebijakan tentang new normal ini tentunya menjadi harapan besar dan ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia untuk mulai beraktivitas dalam situasi pandemi. 

"Karena selama ini, dengan adanya Kebijakan PSBB Surabaya Raya yang beberapa kali harus diperpanjang tentunya membuat masyarakat mengalami ketidakpastian terhadap masa depan kehidupan mereka seperti bekerja, belajar, dan atau beribadah," ujarnya, Sabtu, (30/5/2020). 

Dengan menjalani kehidupan new normal, masyarakat tentunya sudah bisa mulai beraktivitas rutin sehari-hari meskipun harus mengembangkan pola hidup dan perilaku sehat sesuai dengan protokol kesehatan yang disarankan. 

Jatuhnya korban jiwa dan efek dari terinfeksi Covid-19 yang selama ini diberitakan tampaknya akan memberikan pelajaran berharga bagi sebagian besar masyarakat untuk memulai mengembangkan pola hidup dan perilaku sehat dalam keseharian mereka. 

"Sepertinya dengan pengalaman selama masa awal-awal pandemi, sebagian besar masyarakat pastinya tidak akan meremehkan lagi protokol kesehatan yang harus dijalani ketika berinteraksi," tambah Ketua Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Jatim itu. 

Semua Personel Dicek Suhu Tubuh Pakai Body Thermal Scanner Sebelum Masuk Mapolres Pamekasan

Pelatih Persela Lamongan Nil Maizar Tunggu Keputusan PSSI Selama Kelanjutan Liga 1 2020 Belum Jelas

Jika Warga Tidak Disiplin, Kota Malang Kembali Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Tentunya ini juga harus terus menerus didukung dengan pengawasan dan pemberian sanksi yang tegas oleh Pemerintah atau aparat yang berwenang sebagaimana yang telah berjalan selama masa PSBB ini. 

Pemberlakuan protokol kesehatan juga seharusnya tetap dijalankan di tempat-tempat umum dan yang berpotensi mengundang kerumunan, ketika nanti masa new normal berlangsung. 

Jadi sebenarnya tidak ada perubahan yang signifikan dalam pemberlakuan sanksi dan aturan terkait protokol kesehatan seperti yang selama ini sudah berjalan. 

Kondisi ini barangkali sama dengan situasi dimana dulu pemerintah mulai membiasakan pengendara motor menggunakan helm ketika perjalanan. 

"Intinya, selama aktivitas rutin masih tetap berjalan, meskipun dengan penambahan protokol tertentu asalkan jelas, tampaknya masyarakat akan menyambut baik, karena ruang geraknya tidak terbatasi secara (hampir) total sebagaimana yang muncul dalam masa PSBB," tandasnya. 

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved