Persebaya Surabaya

Wacana Liga 1 2020 Kembali Bergulir September 2020, Pelatih Persebaya: Gimana dengan Surabaya?

Pelatih Persebaya Surabaya menilai terlalu berisiko jika kompetisi Liga 1 2020 kembali digulirkan pada September 2020 mendatang.

Instagram/officialpersebaya
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso - Wacana Liga 1 2020 Kembali Bergulir September 2020, Pelatih Persebaya: Gimana dengan Surabaya? 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso merespon kabar kompetisi Liga 1 2020 kembali digulirkan pada September 2020 mendatang. 

Aji Santoso menilai, terlalu berisiko jika klub-klub Liga 1 2020 kembali menggelar pertandingan sepak bola pada masa pandemi virus corona Covid-19.

Aji Santoso tak menapik jika ada rasa kekhawatiran jika Liga 1 2020 kembali digelar, terutama wilayah Kota Surabaya yang sudah memasuki zona hitam Covid-19.

Arema FC Tak Gelar Lelang Jersey Kumpulkan Dana Bantuan Korban Terdampak Covid-19, Ini Alasannya

Pemain Persebaya Mulai Geluti Dunia Bisnis saat Libur Kompetisi, Begini Komentar Pelatih Aji Santoso

Rayakan Lebaran saat Masa Pandemi dan PSBB, Bek Madura United Andik Rendika Rama Tetap Bersyukur

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso.
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (TRIBUNMADURA.COM/HABIBUR ROHMAN)

"Lah, terus bagaimana dengan Surabaya yang kondisinya seperti itu?" kata Aji Santoso kepada TribunMadura.com, Selasa (2/6/2020).

"Seandainya ada pemain yang positif, siapa yang tanggung jawab?" sambung dia.

Atas dasar itu juga, pelatih asal Kabupaten Malang itu belum bisa memaparkan program latihan skuad Bajul Ijo di lapangan saat masa pandemi covid-19.

Sebelumnya, Persebaya Surabaya terakhir kali latihan di lapangan pada 21 Maret lalu.

Selebihnya Rendi Irwan dkk menjaga kondisi fisik secara mandiri dan sesekali latihan online.

"Saya dengar masih di Surabaya masih banyak tempat yang terindikasi zona merah," ucap dia.

"Apakah boleh kita latihan? Saya tidak bisa berkomentar," tutupnya.

Anggota LSM di Bojonegoro Ditangkap, Diduga Lakukan Pemerasan terhadap Kepala Desa hingga Rp 40 Juta

Bocah SD di Trenggalek Ditemukan Meninggal Dunia setelah Melompat dari Tebing Dekat Sungai

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved