Breaking News:

Waspadai Medsos Bisa Membuka Peluang Perselingkuhan, Psikolog Sebutkan Penyebab dan Faktornya

Banyak kisah perselingkuhan yang bermula dari media sosial.Ternyata ada banyak faktor perselingkuhan dan juga penyebab mengapa selingkuh itu terjadi

relateinstitute.com
ilustrasi selingkuh kepergok 

Menurut Hudan, orang lain yang dituju sebagai tempat curhat nampak lebih memahami.

"Orang lain nampak lebih hijau, lebih bisa memahami, padahal itu karena mereka bukan yang sedang bekonflik," ungkapnya.

Hudan menilai upaya curhat seperti ini justru bisa berujung perselingkuhan.

"Jadi ada pemenuhan emosional dari orang lain, ada alternatif lain ke pihak lain ketika ada permasalahan dengan pasangan," ujarnya.

Menurut Hudan, sebisa mungkin pasangan menyelesaikan sendiri konflik yang terjadi tanpa melibatkan orang lain.

"Sebisa mungkin ya diselesaikan pasangan sendiri, namun kadang kala membutuhkan mediator," ungkapnya.

Ketika mediator dibutuhkan, Hudan menyarankan mencari mediator dari pihak keluarga.

Jadwal Acara TV Trans TV RCTI SCTV Trans 7 Net TV ANTV Selasa 2 Juni 2020, Ada Film American Sniper

Update Harga HP Xiaomi Juni 2020, Redmi Note 8 Pro Rp 2,9 juta dan Spesifikasi Redmi Note 9S Terbaru

"Kalau ada keluarga yang dinilai bijak, yang tidak memihak, bisa disampaikan," ujarnya.

Namun apabila merasa segan untuk curhat dengan anggota keluarga, dapat menggunakan pihak lain yang profesional.

"Bisa ke ahli agama, atau tenaga profesional semacam penasihat perkawinan," ungkap Hudan.

Namun jika terpaksa curhat kepada orang di luar keluarga, maka harus memilih teman sesama jenis.

"Misalkan teman ya yang sesama jenis," ucapnya.

Biasanya, menurut Hudan, curhat akan lebih banyak menyampaikan sisi jelek pasangan.

"Padahal sementara memutuskan untuk menikah tentu disertai ada pertimbangan, ada positif ada negatif," ungkapnya.

Menurut Hudan, bila ada rambu-rambu yang agak mengkhawatirkan saat curhat, lebih baik curhat kepada tenaga profesional.

"Para pelaku perselingkuhan ini bisa jadi merupakan orang-orang yang insecure, yang secara psikologis tidak aman," ungkapnya.

"Yang masih membutuhkan sekali pengakuan dari orang lain, padahal sudah memiliki pasangan sudah memiliki keluarga," imbuhnya.

(Tribunnews.com/Wahyu Gilang P)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Psikolog Sebut Media Sosial Bisa Membuka Peluang Terjadinya Perselingkuhan

Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved