Breaking News:

Berita Sampang

4 Jenazah TKI Sampang di Malaysia, Keluarga Syok Terima Kabar Rohmat Meninggal karena Infeksi Paru

Empat Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) asal Kabupaten Sampang, Madura meninggal dunia di Malaysia saat pandemi virus corona atau Covid-19.

istimewa
Keluarga Almarhum Rohmat saat berkumpul di depan kediamannya, Desa Gunung Eleh Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (3/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Empat Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) asal Kabupaten Sampang, Madura meninggal dunia di Malaysia saat pandemi virus corona atau Covid-19.

Berdasarkan informasi yang diperoleh TribunMadura.com, keempat jenazah masih tertahan di Malaysia.

Satu dari empat keluarga TKI asal Kabupaten Sampang mengaku syok setelah menerima kabar duka kematian anggota keluarganya.

Salah satu TKI yang meninggal dunia di Malaysia bernama Rohmat.

Rohmat adalah warga Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung yang meninggal dunia karena penyakit asam lambung dan infeksi paru-paru.

Ayah almarhum Rohmat, Muhri yang diwakilkan oleh Sepupunya Tohiruddin mengatakan, dirinya bersama keluarga yang lain kaget saat mendengar Rohmat meninggal dunia di Malaysia pada 29 Mei 2020.

Update Corona di Pamekasan Rabu 3 Juni: Satu Pedagang Ikan di Pasar Kolpajung Terpapar Covid-19

Jumlah Wisatawan Mancanegara di Jatim Hanya 21 pada April 2020, Menurun Tajam Akibat Pandemi Corona

Satu Warga Pulau Bawean Terkonfirmasi Positif Covid-19, Begini Penjelasan Humas Pemkab Gresik

Ia mengaku tidak percaya dengan kabar tersebut sebab, almarhum Rohmat masih muda dan berusia 29 tahun.

“Kami berusaha mengihklaskannya, dengan membacakan surat yasin dan tahlih setiap malam,” ujarnya kepada TribunMadura.com, (3/6/2020).

Kabar duka yang dialami oleh keluarga Rohmat tidak berhenti disana pasalnya, Tohiruddin beserta keluarga yang lain mendapatkan informasi jenazah Rohmat tertahan di Malaysia karena tidak kunjung menemukan jadwal penerbangan.

“Informasi awal akan di pulangkan hari ini tapi diundur kembali dan saat ini saya tidak tahu kapan jenazah akan dipulangkan,” ucap Tohirudin.

Ia berharap, jenazah Rohmat dapat secepatnya menemukan jadwal penerbangan dengan di bantu oleh pemerintah.

“Begitupun kami meminta bantuan terhadap pemerintah agar membantu biaya transportasi pemulangan Rohmat,” harapnya.

Lebih lanjut, meskipun jenazah Rohmat tidak diketahui kepastian jadwal pemulangannya, Keluarga Rohmat sudah mempersiapkan segala perlengkapan untuk melakukan penguburan.

“Jauh-jau hari kami sudah mempersiapkan peralatan untuk menguburkan almarhum agar tidak memakan waktu yang lama lagi saat tiba di rumah,” pungkasnya.

Info BMKG Peringatan Dini Rabu 3 Juni 2020 di Sumenep: Waspada Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Dua Hari Rapid Test Massal di Masjid Al Akbar Surabaya, Total 152 Warga Dinyatakan Reaktif

500 Warga Ikuti Rapid Test Massal di Gunung Anyar Surabaya, Puluhan Orang Ditemukan Reaktif

 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved