Breaking News:

Madura United

Presiden Klub Madura United Nilai Tak Elok Bicarakan Kelanjutan Kompetisi di Tengah Pandemi

Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi menganggap tak elok segera membicarakan kelanjutan kompetisi di saat pandemi Covid-19 kasusnya terus naik

Kompas.com
Presiden Madura United Ahsanul Qosasi 

TRIBUNMADURA.COM, MADURA- Wabah virus corona di Indonesia masih menunjukkan kenaikan.

Akibatnya, hingga saat ini kelanjutan kompetisi sepak bola Indonesia juga terkena imbasnya.

Satu contohnya adalah gelaran lanjutan Liga 1 2020.

Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi menganggap tak elok segera membicarakan kelanjutan kompetisi di saat pandemi Covid-19 kasusnya terus naik.

Berdasarkan laporan pemerintah, kasus virus corona per hari Rabu (3/6/2020) kemarin mencapai 28.233 kasus dengan 8.406 orang sembuh, 1.698 meninggal.

Calon Jemaah yang Batal Ibadah Haji 2020 Bakal Dapat Keuntungan Lebih, Simak Cara Mendapatkannya

Download Lagu Lyodra yang Berjudul Gemintang Hatiku, Lengkap Beserta Lirik Lagu, Trending di Youtube

Keuntungan yang Diterima Calon Jemaah Haji 2020 Jika Tak Tarik Dana BPIH, Jangan Lewatkan Manfaatnya

"Melihat grafik yang masih naik, sholat Jumat berjamaah masih dilarang, haji di tiadakan, PSBB (sejumlah daerah) belum dicabut, tak elok jika kita sibuk bicara kelanjutan kompetisi," terang pria akrab disapa AQ itu di akun Instagram pribadinya, Kamis (4/6/2020).

Setelah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menangguhkan sementara kompetisi Liga 1 dan 2 akhir Maret lalu akibat pandemi Covid-19.

PSSI berdasarkan hasil rapat virtual dengan perwakilan klub Liga 1 2020 pada Selasa (2/6/2020) lalu mewacanakan kembali bergulirnya kompetisi Liga 1 2020 pada bulan September mendatang.

Meski belum final karena harus melalui rapat Exco terlebih dulu, Plt Sekjen PSSI mengklaim PSSI dan mayoritas klub Liga 1 sepakat kompetisi kembali digelar kembali bulan September mendatang.

Namun AQ menilai dalam situasi seperti saat ini (grafik kasus corona masih naik), kurang elok membahas kelanjutan kompetisi.

"Setelah reda, kurva menurun, silahkan berdiskusi dan atur rencana," kata pria asal Sumenep, Madura itu.

Sebaliknya AQ menilai, alangkah lebih baik jika PSSI dalam situasi seperti saat ini fokus membenahi sisi struktur yang masih belum lengkap setelah beberapa pengurus mengundurkan diri beberapa saat yang lalu. Pun demikian di struktur PT Liga Indonesia sebagai operator kompetisi.

"Dalam masa seperti ini, PSSI fokus saja membenahi PT Liga, menyiapkan profesional yang kompeten dan SOP Kompetisi yang mengacu pada protokol kesehatan," pungkas AQ. (amn).

Penulis: Khairul Amin
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved