Breaking News:

Berita Pamekasan

Waspada, Sejumlah Wilayah di Pamekasan Bakal Diguyur Hujan Deras Disertai Angin Kencang Pekan ini

Sebagian wilayah di Kabupaten Pamekasan sudah ada yang memasuki awal musim kemarau.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, Pamekasan, Minggu (31/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sepekan ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Pamekasan, Madura, diguyur hujan deras disertai angin kencang.

Pada 31 Mei 2020 lalu, atap rumah warga Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, ambruk akibat diterpa hujan deras disertai angin kencang yang membuat pohon tumbang.

Karenanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mewanti-wanti kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada.

Mau Bawa Kabur Motor Curian, Dua Maling di Surabaya Tak Sadar Lewat Depan Korban dan Anggota Polisi

Cara Mudah Menarik Kembali Biaya Keberangkatan Ibadah Haji Calon Jemaah yang Gagal Berangkat 2020

Uji KIR Kendaraan di Sampang Kembali Dibuka, Permintaan Meningkat hingga 100 Persen Setiap Harinya

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus mengatakan, sebagian wilayah di Kabupaten Pamekasan sudah ada yang memasuki awal musim kemarau.

Namun, ia tetap meminta masyarakat agar tetap waspada akan datangnya hujan deras yang disertai angin kencang.

Firdaus menjelaskan, puncak musim kemarau di Kabupaten Pamekasan diperkirakan akan terjadi Juli 2020.

Biasanya, kata dia, tanda-tanda akan terjadinya peralihan musim, mulai munculnya angin kencang, panas yang sangat menyengat serta gelombang tinggi.

"Meski sepekan ini Pamekasan masih diguyur hujan deras, kami prediksi tidak akan terjadi banjir," kata Firdaus kepada TribunMadura.com, Kamis (4/6/2020).

Selain itu, Firdaus juga mengingatkan kepada semua nelayan di Pamekasan agar berhati-hati saat melaut.

Sebab saat ini, sebagian wilayah Pamekasan mulai memasuki awal musim kemarau yang biasanya akan terjadi gelombang tinggi.

Ia meminta agar para nelayan selalu memantau informasi perihal kondisi cuaca dari BMKG.

"Mari selalu waspada. Bila dirasa gelombang tinggi, hendaknya para nelayan urungkan niat dahulu untuk melaut demi keselamatan bersama," harapnya.

Sudah Beroperasi, Terminal Arjosari Malang Tetap Sepi Penumpang, Banyak Sopir Bus Mengeluh

Dinsos Kota Blitar Temukan Ratusan Data Penerima Bantuan Sosial Dampak Covid-19 Tidak Tepat

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved