Virus Corona di Malang
Jumlah Korban Virus Corona Terus Bertambah, Pemkot Malang Belum Berencana Gelar Rapid Test Massal
Pemerintah Kota Malang hingga kini belum memiliki rencana untuk melaksanakan rapid test massal meski ada penambahan kasus Covid-19.
Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Jumlah masyarakat positif Covid-19 di Kota Malang terus mengalami penambahan jumlah kasus.
Berdasarkan data terbaru per Jumat malam (12/6/2020) kemarin, di mana ada kasus positif Covid-19 yang dirawat berjumlah 45 orang dari total 86 kasus.
Pemerintah Kota Malang hingga kini belum memiliki rencana untuk melaksanakan rapid test massal meski ada penambahan kasus Covid-19.
• Akses Laman ppdbjatim.net, Berikut Jadwal dan Tata Cara Pendaftaran PPDB SMA/SMK 2020 di Jawa Timur
• Rapid Test Covid-19 di Gedung Juang 45 dan Gelanggang Remaja Tambaksari Surabaya, 203 Orang Reaktif
• Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 13 Juni 2020: Scorpio Orang Baru akan Datang, Hubungan Asmara Virgo Suram
Rapid test tersebut hanya dilakukan ketika Pemkot Malang bersama Forkopimda Kota Malang melakukan operasi gabungan rutin.
"Belum, kalau rapid test massal masih belum ada rencana," ucap Wali Kota Malang, Sutiaji belum lama ini.
Dia menambahkan, belum adanya rencana untuk melakukan rapid test massal setelah melalui berbagai macam pertimbangan.
Seperti harga satuan alat rapid test yang cukup mahal dan melihat jumlah masyarakat Kota Malang yang mencapai hampir satu juta jiwa.
"Pastinya tidak mungkin. Jumlah warga kita ( Kota Malang ) 900.000 sekian, pasti akan menggelontorkan banyak anggaran. Karena ini juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah," ucapnya.
• 2 ASN Lingkungan Pemkot Malang Reaktif Covid-19 Setelah Rapid Test, Tim Satgas Covid-19 Sarankan WFH
• Pasien Positif Virus Corona di Kabupaten Malang Tambah Tujuh Orang, Terbanyak dari Malang Utara
• KATALOG PROMO JSM ALFAMART 12 Juni - 14 Juni 2020, Diskon Kopi, Beras, Minyak Goreng dan Sabun Mandi
Sebelumnya, Pemkot Malang sendiri telah menyiapkan 10.000 alat rapid test.
Rapid test tersebut diprioritaskan kepada warga yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.
Kemudian kepada masyarakat dan petugas yang rentan terpapar Covid-19 atau virus corona tersebut.
"Pertimbangannya memang seperti itu. Rencana ke depan kami akan melakukan pengadaan untuk menambah alat rapid test," ucap plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni.
Sri Winarni menjelaskan, seperti halnya di setiap pasar tradisional harus dibekali oleh thermo gun.
Jika suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius, maka orang tersebut harus menjalani rapid test.
Apabila hasilnya reaktif, maka orang tersebut diharuskan juga untuk menjalani swab test.
"Prosedurnya sudah seperti itu. Kalau kita mendapati orang dengan suhu tubuh di atas normal, baru kita lakukan rapid test," tandasnya.