Breaking News:

New Normal di Surabaya

Pakar Epidemiologi Nilai Banyak Warga Surabaya Gagal Paham Arti New Normal, Abai Protokol Kesehatan

Pakar epidemiologi menilai masih banyak masyarakat Surabaya yang belum memahami maksud dari masa transisi new normal.

TRIBUNMADURA.COM/Tony Hermawan
Aturan wajib bermasker di Pasar Genteng, Surabaya, Kamis (11/6/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pakar epidemiologi menilai masih banyak masyarakat Surabaya yang belum memahami maksud dari masa transisi new normal.

Selain itu, di tengah pandemi warga justru abai dengan protokol kesehatan.

Ia melihat, peraturan yang kurang tegas membuat warga semakin acuh.

Tak ada sanksi juga memperparah hal tersebut.

Kota Surabaya terhitung memasuki hari kelima dalam masa transisi new normal. 

Kendati demikian, Pakar epidemiologi Universitas Airlangga, dr Windhu Purnomo menilai, masyarakat masih kurang memahami arti sebenarnya maksud dari masa transisi.

"Itu kalau bahasa Surabaya, saya sebut masa cul-culan.

Jadi masa orang lepas bebas.

Masyarakat gak tau bedanya transisi dan bukan transisi.

Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 13 Juni 2020: Scorpio Orang Baru akan Datang, Hubungan Asmara Virgo Suram

Terbaru Daftar Katalog Promo Indomaret 13 Juni 2020, Promo JSM Menarik Hingga Beli 2 Gratis 1

Itu kan seharusnya persiapan kita menuju new normal," kata dr Windhu saat dihubungi, Sabtu (13/6/2020).

Halaman
12
Penulis: Tony Hermawan
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved