Breaking News:

Virus Corona di Pamekasan

Rumor Rapid Tes Jadi Ladang Bisnis Rumah Sakit, Gugus Tugas Rumah Sakit Beri Penjelasan

Namun, beredarnya kabar itu, ditepis oleh Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo dan Gugus Tugas RSU Mohammad Noer Pamekasan

TRIBUNMADURA.COM/MUCHSIN RASJID
Ilustrasi rapid test 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Wabah virus corona hingga kini masih terus ditekan angka penyebarannya.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 agar tidak semakin mewabah.

Salah satunya, dengan melakukan 'Rapid Test'.

Melalui pemeriksaan ini, diharapkan bisa memutus penyebaran virus corona dengan cepat.

Terkini, Daftar Harga iPhone Pertengahan Juni 2020, Mulai dari iPhone 7, iPhone 11 Hingga iPhone SE

Daftar Harga Emas Senin 15 Juni 2020, Emas Antam Terpantau Naik, Simak Daftar Harga Selengkapnya

Sehingga, pasien yang dinyatakan 'Reaktif Covid-19' bisa mengisolasi diri.

Namun, belakangan ini, masyarakat Kabupaten Pamekasan, Madura diresahkan dengan merebaknya isu perihal 'Rapid Test' yang diduga dijadikan ladang bisnis oleh pihak rumah sakit dan pemerintah.

Namun, beredarnya kabar itu, ditepis oleh Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo dan Gugus Tugas RSU Mohammad Noer Pamekasan.

Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat menjelaskan, rapid test merupakan pemeriksaan dengan menguji sampel darah.

Sampel darah itu, kata dia digunakan untuk mendeteksi imunoglobulin, yaitu antibodi yang terbentuk apabila tubuh mengalami infeksi. 

Halaman
1234
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved