Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Satu Keluarga di Surabaya Diisolasi di Rumah Sakit Gara-Gara Bawa Paksa Jenazah Pasien Virus Corona

Kasus pengusutan pengambilan pengambilan paksa jenazah pasien virus corona atau Covid-19 di RS Paru Karang Tembok Surabaya terus berlanjut.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat ditemui di Mapolda Jatim, Jumat (22/5/2020). 

Mereka dinilai melanggar aturan di antaranya, melanggar UU 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular

UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, pada Pasal 1 ayat 10.

Adapun pasal 216 ayat (1) dan Pasal 214 KUHP ayat (1) berisi tentang Paksaan dan perlawanan.

"Pasalnya jelas yaitu adanya UU wabah penyakit, UU karantina wilayah, UU KUHP pasal 214 dan pasal 216. Ancaman hukuman di atas 5 tahun," pungkas mantan Kapolres Purwakarta.

Sehari pascaditetapkan sebagai tersangka, beredar video pernyataan permohonan maaf dari satu orang perwakilan dari empat tersangka.

Berdasarkan rekaman video berdurasi 1 menit 27 detik itu, tampak satu orang tersangka berkaus oblong lengan pendek warna hitam menyampaikan ungkapan permohonan maaf.

Kendati begitu, lanjut Trunoyudo, pihaknya memastikan bahwa proses hukum tidak kendur dan akan terus berjalan.

"Ada videonya. Proses hukumnya lanjut. Iya tetap lanjut," ujarnya saat dikonfirmasi TribunMadura.com, Senin (15/6/2020).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved