Breaking News:

Berita Sumenep

Pemilik Lahan Datangi Kantor Inspektorat Sumenep, Buntut Penutupan Lahan Dua Hektar Oleh DPMPTSP

Penutupan lahan tanah seluas dua hektar milik Sukoca, yang ada di Desa Longos, Kecamatan Gapura Sumenep, Madura ini kian memanas.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Sukoca, pemilik lahan tanah dua hektar di Desa Longos, Kecamatan Gapira Sumenep ini saat berada di Kantor Inspektorat Sumenep, Sabtu (19/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Penutupan lahan tanah seluas dua hektar milik Sukoca, yang ada di Desa Longos, Kecamatan Gapura Sumenep, Madura ini kian memanas.

Pemilik lahan dua hektar ini kembali datangi kantor Inspektorat Sumenep, Pada hari Jumat (19/6/2020) untuk mempertanyakan laporan penyegelan lahannya oleh pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) yang dinilainya tidak berdasar.

"Berulangkali saya mendatangi kantor ini untuk menanyakan perkembangannya seperti apa dan sampai saat ini saya belum mendapat jawaban yang memuaskan," kata Sukoca pada TribunMadura.com.

Lambatnya penanganan ini, pihaknya menduga kuat penyegelan ada konspirasi dengan pihak Desa (Kepala Desa).

Terbaru Promo Indomaret dan Alfamart Sabtu 20 Juni 2020, Minyak Goreng Murah Hingga Beli 2 Gratis 1

Terkini Harga HP iPhone di Pertengahan Juni 2020, Rekomendasi Apik, ada Rumor Harga iPhone 12

Kiamat Terjadi pada Minggu 21 Juni 2020 Menurut Kalender Suku Maya, Perhitungan Sempat Meleset

"Masalah penyegelan ini, dugaan erat muncul karena masalah laporan pidana kades dengan saya. Kemudian ramai - ramai pihak perizinan bersama tim melakukan penyegelan lahan. Ada apa?," katanya.

Padahal kata Sukoca, lahan tersebut masih belum apa apa dan terlihat lahan kosong rerumputan. Namun, sangat aneh pihak perizinan langsung mengklim lahan tambaknya tidak berijin di tutup sementara.

"Dasar apa langsung klim tambak, kami belum apa apa," terangnya.

Dari inilah pihaknya menilai, jika birokrasi Sumenep tidak serius dalam menangani persoalan ini dengan alasan sampai saat ini belum ada kejelasan pasti dari pihak Inspektorat untuk menindahlanjuti aduan penyegelan tersebut.

"Kami nilai pihak birokrasi khususnya Inspektorat tidak serius menangani aduan kami, ini sudah lebih 14 hari dari surat aduan yang di layangkan saya," kata Sukoca.

Halaman
12
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved