Virus Corona di Malang

Dana Insentif Tenaga Kesehatan Penanganan Covid-19 di Malang Belum Cair, Bupati Sanusi Angkat Bicara

Tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 atau virus corona di Kabupaten Malang belum menerima insentif.

TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Rapid test di Pasar Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi mengaku, masih akan melihat aturan pemberian insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 atau virus corona.

"Nanti kita lihat aturannya," kata Muhammad Sanusi ketika dikonfirmasi, Selasa (23/6/2020).

"Karena ini menyangkut aturan dari pusat maka kita lihat, bagaimana nanti kita lakukan," ujar dia.

Proses KBM Ponpes Al Amien Sumenep Dimulai, Santri asal Sampang Wajib Bawa Surat Keterangan Sehat

 

Sebanyak 110 Perawat di Jawa Timur Terpapar Virus Corona Covid-19, Terbanyak dari Surabaya 

Gubernur Jatim Janji Beri Insentif untuk Dokter dan Tenaga Kesehatan Virus Corona, Ini Besarannya

Muhammad Sanusi mengatakan, hal ini dikarenakan setiap kebijakan terkait anggaran harus mendapat kepastian hukum yang jelas.

"Karena setiap anggaran yang dikeluarkan oleh kabupaten malang harus ada aturan pasti," ucap dia.

"Juga tentang cara dan teknis pengaturannya," tambahnya.

Muhammad Sanusi juga mengaku masih menimbang-nimbang insentif bagi tenaga kesehatan akan diambil dari APBD Pemkab Malang atau tidak.

"Diambil dari APBD? Liat dulu, kalau besarannya memungkinkan ya cukup," katanya.

"Kalau lebih dari kemampuan pemkab pasti kita sesuaikan," beber pria yang mengawali karir politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang itu.

Tempat Karaoke Resto Wisata Wiraraja Pamekasan Dikenai Sanksi Tipiring, Tak Boleh Beroperasi Sebulan

Mantan politisi PKB ini juga menyadari tenaga kesehatan yang telah bekerja tangani pandemi Covid-19 layak mendapat insentif.

Halaman
12
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved