Virus Corona di Surabaya

Kepala Sekolah SMPN 3 Surabaya Positif Covid-19 Virus Corona, Keluhkan ini Sebelum Meninggal Dunia

Kepala Sekolah SMPN 3 Surabaya meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19.

angellodeco/Shutterstock
ilustrasi - Kepala Sekolah SMPN 3 Surabaya Positif Covid-19 Virus Corona, Keluhkan ini Sebelum Meninggal Dunia 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kepala Sekolah SMPN 3 Surabaya, Budi Hartono meninggal dunia, Minggu (21/6/2020).

Kepala Sekolah SMPN 3 Surabaya itu meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19.

Humas SMPN 3 Surabaya, M Lutfi menceritakan, sebelum meninggal dunia, Budi Hartono sempat mengeluhkan jika trombositnya turun.

Dua Karyawan Perusahaan Swasta di Sumenep Terkonfirmasi Positif Virus Corona, Begini Kondisinya

Muncul Klaster Baru Covid-19 di Kabupaten Kediri, Ada Tambahan Pasien Virus Corona dari Desa Mlati

Pegawai Kantor Kecamatan Jambangan Surabaya Reaktif Rapid Test, Layanan Ditutup Selama 2 Pekan

"Tanggal 11 saya komunikasi dengan Pak Budi, beliau bilang trombosit turun," kata Lutfi saat dihubungi, Jumat (26/6/2020).

"Saat itu juga saya belikan sari kurma. Tapi yang kirim bukan saya," sambung dia.

Kendati demikian, ia mengaku, tak mengetahui secara pasti sejak kapan Kepala Sekolah SMPN 3 Surabaya tersebut dirawat di rumah sakit.

Begitu juga dengan penyebab kematian Kepala Sekolah SMPN 3 Surabaya.

"Gak tau juga jadi kapasitas saya betul-betul tau diri. Yang penting bagi saya waktu Pak Budi absen saya tetap menjalankan kegiatan sekolah," ucapnya.

Lebih lanjut, Budi yang saat itu absen delapan hari dari kegiatan sekolah sejak Kamis (11/6/2020).

Fakta Terbaru Mayat Gadis di Jurang Pacet Mojokerto, Korban Dibantai secara Keji di Dalam Mobil

Akhirnya pihak sekolah pun memutuskan melaporkan Budi ke Dinas Pendidik Kota Surabaya.

"Setelah kami lapor ke dinas, maka sekolah ada penyemprotan itu tanggal 19 sore," ujarnya.

Dikatakan Lutfi, usai Budi dinyatakan meninggal karena corona, pihak Dinas Pendidikan Surabaya pun menginstruksikan seluruh guru dan karyawan untuk tidak melakukan kegiatan di sekolah.

Tak hanya itu, 57 guru serta karyawan juga dilakukan rapid test massal.

"Hari Selasa (23/6), kami disuruh rapid. Alhamdulillah semua 100 persen guru non reaktif," ungkapnya.

DLH Pamekasan Ungkap Ada 1000 Dump Truk Pembawa Hasil Kerukan Galian C Melintas Setiap Harinya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved