Imam Nahrawi Eks Menpora asal Bangkalan Madura Divonis 7 Tahun Penjara Terjerat Suap dan Gratifikasi

Kasus suap dan gratifikasi dana hibah KONI berakhir vonis mantan Menpora, Imam Nahrawi. Imam Nahrawi asal Bangkalan, Madura divonis 7 tahun penjara

KEMENPORA
Menpora RI, Imam Nahrawi 

TRIBUNMADURA.COM - Kasus suap dan gratifikasi dana hibah KONI berakhir dengan vonis mantan Menpora, Imam Nahrawi.

Imam Nahrawi asal Bangkalan, Madura divonis 7 tahun penjara oleh majelis hakim.

Selain itu, Imam Nahrawi juga harus membayar uang pengganti senilai belasan miliar.

Diketahui, vonis tersebut lebih ringan dari tuntu

Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat resmi menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 3 bulan kurungan untuk mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Menpora Imam Nahrawi
Menpora Imam Nahrawi (Instagram/nahrawi_imam)

Rumah Sakit Overload Pasien Virus Corona, Risma Sujud Bersimpuh dan Menangis di Kaki Dokter Surabaya

Penyebab Risma Sujud di Kaki Dokter, Karena Pengakuan Dokter Hingga Soal Rumah Sakit Overload

Ulama Madura Sepakat Tegas Menolak RUU HIP, Menko Polhukam Mahfud MD Begini Tanggapan Begini

Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat menyatakan Imam Nahrawi terbukti bersalah dalam kasus suap terkait pengurusan proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi dari sejumlah pihak.

Keputusan itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Rosmina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (29/6/2020).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Imam Nahrawi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan beberapa tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Rosmina.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, yakni 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan penjara.

Selain pidana pokok, majelis hakim juga menjatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun terhitung sejak Imam selesai menjalani pidana pokoknya.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved