Berita Pamekasan

Pemkab Pamekasan Tetapkan BEP Agar Petani Tembakau Tak Merugi, ada Tiga Patokan Kelompok Tembakau

Petani di Pamekasan kini mendapatkan perlindungan berkat adanya BEP dan BPP. Nantinya, saat panen, tembakau petani tidak boleh dibeli dibawah harga

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Petani Tembakau Pamekasan saat mulai menanam tembakau di sawahnya, Senin (29/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Petani di Pamekasan kini mendapatkan perlindungan berkat adanya BEP dan BPP.

Nantinya, saat panen, tembakau para petani tidak boleh dibeli dari harga di bawah BEP atau BPP.

Hal ini dilakukan agar para petani tidak merugi.

Sejumlah petani di Kabupaten Pamekasan, Madura mulai menanam tembakau.

Sebelum masa panen tembakau tiba, Pemkab Pamekasan, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, sudah menetapkan 'Break Event Point (BEP)' atau 'Biaya Pokok Produksi (BPP)' tahun 2020.

Katalog Promo Indomaret Senin 29 Juni 2020, Minyak Goreng Murah Hingga Belanja Non Tunai Makin Hemat

Ramalan Zodiak Kehidupan Senin 29 Juni 2020, Masalah Taurus Hingga Virgo Menuai Hal Baik

Ramalan Zodiak Cinta Senin 29 Juni 2020, Aries Sedang Beruntung dan ada Resiko dalam Hubungan Cancer

Penetapan BEP ini, akan menjadi patokan harga terendah pabrikan membeli tembakau dari petani

Artinya, tembakau petani tidak boleh dibeli dengan harga di bawah BEP.

Ketentuan tersebut dibuat agar petani tembakau tidak rugi.

Kepala Disperindag Pamekasan, Achmad Sjaifuddin mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Pemkab Pamekasan dalam menentukan BEP harga tembakau

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved