Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

4 Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Terpapar Covid-19, IDI Surabaya Sebut Ada Penyakit Penyerta

Sebanyak empat dokter di Kota Surabaya meninggal dunia saat penanganan pandemi Covid-19.

istimewa
Ilustrasi - Proses pemakaman pasien PDP Covid-19. Seorang berstatus PDP di Tuban meninggal, Kamis (30/4/2020), hingga kini telah enam PDP meninggal. 

TRIBUNMADURA.COM - Sebanyak empat dokter di Kota Surabaya meninggal dunia saat penanganan pandemi Covid-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya Brahmana Askandar mengatakan, kebetulan keempatnya meninggal memang bukan murni dari virus corona, tapi juga ada penyakit penyerta atau komorbid.

"Surabaya ada empat dokter yang covid, meninggal, kebetulan keempatnya-empatnya ada komorbid (penyakit penyerta)," kata Brahmana, Selasa (30/6/2020).

Brahmana Askandar menjelaskan, terpaparnya tenaga kesehatan memang bisa dari berbagai faktor.

Salah satunya, bisa tertular di rumah sakit.

Kasus Covid-19 Ditemukan di Perumahan Mewah Surabaya, Gugus Tugas: Pemilik Rumah Isolasi Mandiri

35 Ibu Melahirkan di RSUD Dr Soetomo Surabaya Positif Covid-19, Seluruh Bayi Terbukti Negatif

Sebab memang rumah sakit merawat pasien yang terpapar virus corona.

"Rumah sakit jelas-jelas merawat covid, apa lagi pasien Covid-19 misalnya di rumah sakit tersebut overload ya pasti (potensi) paparannya akan semakin tinggi," terangnya.

Namun tidak melulu bisa tertular di rumah sakit, paparan virus ini juga memungkinkan terjadi dan bisa tertular di lingkungannya, atau selain di rumah sakit.

"Dokter kan juga punya aktivitas sosial," ungkap dia.

Melihat rentannya tenaga kesehatan tertular di rumah sakit, Brahmana mengatakan memang protokol di rumah sakit terus dievaluasi dan diperketat.

Begitu ada kejadian semacam itu, dilakukan mitigasi dan dipelajari apa yang menjadi penyebab.

Hal itu dilakukan agar semakin menekan potensi tersebut.

"Karena Covid-19 ini adalah sesuatu yang baru, karena protokol itu mungkin gak bisa sama di satu daerah dengan daerah yang lain, karena harus mitigasinya, harus ada evaluasinya dan ternyata evaluasi-evaluasi oleh rumah sakit sudah dilakukan dan dilakukan pembenahan berdasarkan evaluasi itu," tambahnya.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved