Berita Jember
Okupansi Penumpang Rendah, Operasional KA Ranggajati Relasi Jember - Cirebon Dihentikan Per 1 Juli
PT KAI kembali menghentikan sementara operasional KA Ranggajati relasi Jember - Cirebon (PP) per 1 Juli.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - PT KAI kembali menghentikan sementara operasional KA Ranggajati relasi Jember - Cirebon (PP) per 1 Juli.
Selasa (30/6/2020), Humas PT KAI Daop 9 Jember menyampaikan informasi melalui siaran pers perihal penghentian kembali operasional KA Ranggajati tersebut.
KA Ranggajati, merupakan satu dari empat KA yang beroperasi kembali di wilayah kerja PT KAI Daop 9 Jember mulai 12 Juni lalu, setelah sempat berhenti beroperasi di bulan Mei sampai pertengahan Juni.
• Pengusaha Alat Pesta di Trenggalek Gelar Simulasi Hajatan Pernikahan, Tak Ada Makan dan Foto Bersama
• Sebelum Pasang Kaca Film Mobil, Simak Aturan Memasang Kaca Film Mobil Dahulu, Jangan Asal Gelap
• 20 Orang Terinfeksi Covid-19 Dalam Satu Hari, Alat Penunjang PCR di Gresik Masih Belum Ada
Keempat KA itu adalah KA Ranggajati, KA Sritanjung, KA Tawangalun, dan KA Probowangi.
KA Ranggajati berangkat dari Stasiun Jember pukul 05.00 Wib. Rupanya selama beroperasi kembali sejak 12 Juni lalu, okupansi penumpang rendah.
Hal tersebut membuat PT KAI memutuskan menghentikan kembali untuk sementara operasional KA tersebut mulai 1 Juli 2020, alias besok Rabu (1/6/2020).
Manager Humas PT KAI Daop 9 Jember, Mahendro Trang Bawono mengatakan, pembatalan ini dikarenakan okupansi penumpang yang rendah. “Rata-rata volume penumpang KA Ranggajati per harinya hanya dibawah 10 persen dari kapasitas yang disediakan," ujar Mahendro melalui siaran pers yang diterima, Selasa (30/6/2020).
Selama beroperasi mulai 12 Juni sampai 29 Juni, lanjut Mahendro, KA Ranggajati hanya mengangkut 407 orang penumpang.
Penyebab rendahnya okupansi KA Ranggajati, diperkirakan karena penumpang terkendala dengan biaya rapid test yang masih mahal.
• Pembakar Mobil Via Vallen Ngaku Vianisti, Datang dari Cikarang ke Rumah Sang Biduan Nggandol Truk
• Adik Via Vallen Tak Percaya Pembakar Mobil Kakaknya adalah Vianisti: Masa Fans Senekat itu, Ngeri
• Kasus Covid-19 Ditemukan di Perumahan Mewah Surabaya, Ada Satu Orang Terpapar Corona di Luar Negeri
Sementara hasil non-reaktif melalui tes rapid itu bisa menjadi salah satu syarat naik kereta api.
Di sisi lain, tidak sedikit penumpang yang memilih KA Ranggajati hanya untuk relasi pendek, seperti ke Surabaya, melalui pembelian tiket beberapa jam sebelum berangkat (go-show).
Harga tiket go-show ke Surabaya, dan stasiun sebelumnya, relatif murah yakni Rp 80.000 untuk kelas bisnis, dan Rp 100.000 untuk kelas eksekutif. Harga tiket ini tentu lebih murah dibandingkan dengan biaya tes rapid yang berkisar di antara Rp 250 ribu sampai Rp 350 ribu.
Dengan berhenti sementara operasionalnya KA Ranggajati, maka tersisa tiga KA yang beroperasi mulai besok 1 Juli 2020 yakni KA Sritanjung relasi Ketapang - Lempuyangan (PP), KA Tawangalun relasi Ketapang - Malang Kotalama (PP), dan KA Probowangi relasi Ketapang - Surabaya Gubeng (PP)