Berita Pamekasan

Beli Emas 5 Gram Seharga Rp 3.4 Juta Pakai Uang Palsu, Warga Malang Ditangkap Polres Pamekasan

Warga Kabupaten Malang ketahuan membeli perhiasan emas seberat 5 gram memakai uang palsu

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Barang bukti warga Malang beli perhiasan emas pakai uang palsu, Rabu (1/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Nurul Chotijah, warga Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, mendekam di rumah tahanan Polres Pamekasan, Madura.

Itu setelah Nurul Chotijah ketahuan membeli perhiasan emas memakai uang palsu di Toko Emas Jakarta, Jalan Diponegoro, Kabupaten Pamekasan, Kamis (25/6/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Nining Dyah PS mengatakan, Polres Pamekasan mendapat laporan dari kasir Toko Emas Jakarta pada Kamis 25 Juni 2020.

Wanita Melahirkan Bayi di Dalam Bus Tujuan Surabaya Gegerkan Penumpang Lain, Begini Kronologinya

Gelagat Mencurigakan Pria Setengah Baya di Puskesmas, Terciduk CCTV Bawa Pulang Kursi Besi Pasien

Polda Jatim Gerebek Tempat Karaoke Kafe di Blitar, Tetapkan Satu Pelayan Tersangka Layanan Esek-Esek

Berbekal laporan itu, kata dia, anggota Polres Pamekasan langsung melakukan penyelidikan ke lokasi.

Tak butuh waktu lama penyelidikan dilakukan, tersangka ditangkap berdasarkan bukti-bukti kuat yang sudah dikantongi oleh anggota Polres Pamekasan.

Kronologinya, pelaku berniat membeli emas 75 persen seberat 5 gram seharga Rp 3.400.000.

Kala itu, pelaku membayar uang pecahan Rp 100 ribu.

Namun, saat uang diterima oleh kasir, ternyata uang yang dibayarkan tersebut diketahui palsu setelah dicek pakai alat detektor.

Bensin Premium dan Pertalite Bakal Dihapus PT Pertamina secara Perlahan, Ada 3 Tahapan Penghapusan

"Saat menerima laporan itu, anggota kami langsung bergerak ke lokasi dan segera melakukan pengecekan terhadap pelaku," kata AKP Nining Dyah kepada TribunMadura.com, Rabu (1/7/2020).

AKP Nining Dyah melanjutkan, saat pemeriksaan dilakukan, di dalam tas pelaku juga ditemukan uang palsu senilai Rp 20.100.000 yang keseluruhannya pecahan Rp 100 ribu.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan Pasal 244 KUHP tentang memalsukan mata uang dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

"Kita imbau kepada masyarakat yang memiliki dan menerima uang palsu pecahan Rp 100 ribu atau Rp 50 ribu untuk segera melaporkan ke Polres Pamekasan," imbaunya.

PDIP Surabaya Tanggapi Aksi Pembakaran Bendera PDI Perjuangan, Gelar Aksi Sosial di Penghujung Juni

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved