Breaking News:

Berita Sampang

Diduga ada Calo, Forum Mahasiswa Sampang Menggelar Audensi Bersama Satlantas Polres Sampang

Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Sampang, Madura yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Sampang (FORMASA) menggelar audensi bersama anggota polisi

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Audensi di Kantor Satlantas Polres Sampang, Jalan Trunojoyo Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (2/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Sampang, Madura yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Sampang (FORMASA) menggelar audensi bersama anggota jajaran Satlantas Polres Sampang, Kamis (2/6/2020).

Audensi ditemui langsung oleh Kasatlantas Polres Sampang, AKP Ayip Rizal di Kantor Satlantas Polres Sampang Jalan Trunojoyo Kecamatan/Kabupaten Sampang.

Hal itu dilakukan FORMASA lantaran adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Ketua FORMASA, Arifin mengatakan, bahwa dirinya ingin mengklarifikasi dengan adanya suatu Pungli yang dilakukan oleh calo dilingkungan pembuatan SIM Satlantas Polres Sampang.

Ramalan Zodiak Terbaru Kamis 2 Juli 2020, Taurus Stres, Cancer Luar Biasa dan Pisces Jaga Ketenangan

Terkini, Harga iPhone Menjelang Juli 2020, Mulai dari iPhone 7, iPhone 8, iPhone 11 Hingga iPhone SE

Pihaknya mengetahui hal itu melalui masyarakat yang sebelumnya mengeluh lantaran harga administrasi pembuatan SIM tidak sesuai dengan prosedur yang ada.

“Pembuatan SIM C seharga Rp. 850.000 dan SIM A sekitar Rp. 1.100.000, padahal dalam undang-undang itu disebutkan, untuk SIM C rata-rata hanya Rp. 100.000 dan SIM A Rp. 120.000,” ujarnya.

Bahkan, ia mengaku sudah terjun kelapangan beserta rekan-rekan mahasiswa yang lain dan membenarkan keadannya.

“Praktek-praktek Pungli yang kami temukan, pemohon diminta membayar Rp. 850.000 untuk pembuatan SIM C dan hasinya hanya duduk manis, tinggal foto tanpa mengikuti tes,” tuturnya.

Dengan adanya temuan calo tersebut dirinya berharap kepada pihak Satlantas Polres Sampang untuk bertindak tegas sebab, kalau tidak diberi ‘pintu’ calo tersebut tidak akan ada.

“Maka dari itu, jika petugas berintegritas, calo akan bisa ditutup,” ucapnya.

Sementara, di tempat yang sama Kasatlantas Polres Sampang, AKP Ayip Rizal menyampaikan, tidak ada yang namanya calo di lingkunagan kerjanya sebab, jika memang ada keberadaannya pasti akan dilakukan tindakan tegas.

Sinopsis Film Korea A Taxi Driver (2017), Kisah Nyata Sopir Taksi saat Pemberontakan Gwangju 1980

Daftar Harga Emas Terbaru pada Kamis 2 Juli 2020, Harga Emas Terpantau Turun, Simak Rincian Harganya

Kemudian untuk langkah pencegahan, pihaknya akan megkroscek kembali kepada seluruh anggota Satlantas Polres Sampang.

“Kami akan mendoktrin semua anggota, bila mana menemukan calo kami akan berikan sanksi,” tegasnya.

Terlebih, dengan statmen yang dikeluarkan oleh FORMASA terkait dugaan adanya Pungli yang di lakukan oleh calo, menurutnya tidak benar keberadannya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved