Breaking News:

Berita Malang

Wisata Gunung Bromo Dibuka Kembali Mulai Agustus 2020, Calon Wisatawan Wajib Reservasi Online

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan wisata Gunung Bromo dibuka kembali pada 1 Agustus 2020 mendatang.

ISTIMEWA
Tugu nama di Gunung Bromo - Wisata Gunung Bromo Dibuka Kembali Mulai Agustus 2020, Calon Wisatawan Wajib Reservasi Online 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), John Kennedie memastikan, wisata Gunung Bromo dibuka kembali dalam waktu dekat.

John Kennedie mengatakan, wisata Gunung Bromo dibuka kembali pada 1 Agustus 2020 mendatang.

"Hasil pembahasan kami menyepakati bahwa jumlah  wisatawan Gunung Bromo hanya boleh 10-30 persen," kata John Kennedie ketika dikonfirmasi, Kamis (2/7/2020).

Wisata Gunung Bromo Siap Dibuka secara Bertahap, Hanya 739 Wisatawan Diizinkan Masuk pada Tahap 1

Gunung Bromo Disiapkan Kembali Dibuka untuk Wisatawan, 4 Daerah di Jawa Timur Nyatakan Kesiapan

49 Destinasi Wisata di Jawa Timur Dibuka saat New Normal, Jatim Park hingga Taman Safari Prigen

"Ini didasarkan carrying capacity daya dukung kawasan Bromo," sambung dia.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga memberlakukan pembatasan pada wisatawan yang hendak menyaksikan matahari terbit di penanjakan Bromo.

Kata dia, hanya 100 pengunjung yang boleh menyaksikan matahari terbit di penanjakan Bromo setiap harinya.

Calon wisatawan juga wajib reservasi dahulu secara online.

"Kami menerapkan regulasi 100 persen harus melalui booking online dalam pemesanan tiket," tutur John.

Karena pembatasan kunjungan tersebut membuat wisata Gunung Bromo bakal dikunjungi tak lebih dari 1000 wisatawan setiap harinya.

"Secara keseluruhan bila kami hitung sekitar 739 wisatawan per harinya," tutur John.

Sinopsis Drakor Angels Last Mission: Love di Trans TV Hari ini, Misi Malaikat Tampan L INFINITE

Pencuri Motor di Kota Malang Ditembak Polisi, Berusaha Melawan dengan Pisau saat Ditangkap

John menegaskan, keputusan tersebut sudah dalam tahap finalisasi dan berujung kesepakatan empat kepala daerah, di antaranya Bupati Malang, Bupati Lumajang, Bupati Pasuruan dan Bupati Probolinggo.

Ia mengaku, tak ingin pembukaan wisata Gunung Bromo menimbulkan klaster penularan Covid-19.

Karenanya, pembatasan kunjungan telah melalui pembahasan matang guna mencegah hal yang tak diinginkan terjadi.

"Kami tidak ingin ada kluster Covid-19," tegas John Kennedie. (ew)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved