Breaking News:

Berita Sampang

Tenaga Analis di Sampang Masih Membutuhkan Pelatihan Pengoperasian PCR, Begini Kondisinya

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sampang, Madura masih akan mengkursuskan tenaga analis untuk mengoperasikan alat PCR

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Jalan Rajawali Kecamatan/Kabupaten Sampang. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sampang, Madura masih akan mengkursuskan tenaga analis untuk mengoperasikan alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

Melalui Kordinator pengoperasian alat PCR dari salah satu dokter RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Siti Khotimah mengatakan, perlu adanya pelatihan yang harus di jalankan oleh tenaga analis.

Sebab, para tenaga analisis masih belum memiliki pengalaman dalam menjalankan alat PCR sehingga, dikhawatirkan malah membahayakan diri mereka sendiri bila dioperasikan secara paksa.

“Kami saat ini masih proses untuk mengurus pelatihan, apalagi pelatihan akan dilakukan di Surabaya, jadi istilahnya kami mengirim tenaga analisis ke sana,” ujarnya kepada TribunMadura.com, Jumat (3/7/2020).

Ia menambahkan, disisi lain dirinya masih menunggu anggaran untuk menjalankan pelatihan karena anggaran yang dimiliki RSUD dr. Mohammad Zyn belakangan ini banyak diserap oleh perawatan pasien di ruang isolasi BLK.

Update, Harga Oppo di Awal Juli 2020, Rekomendasi Apik Mulai Oppo A31, Oppo Reno Hingga Oppo A92

Daftar Katalog Promo Indomaret 3 Juli 2020, Promo Weekend Beli 2 Gratis 1 Hingga Promo Super Hemat

Politisi Cium Celana Dalam Wanita Saat Sedang Rapat Online Dewan, Terungkap Alasan Kelakuan Anehnya

“Biaya pelatihan ini bisa Rp. 10 juta, belum lagi uang sakunya, uang makan, dan penginapan,” terangnya.

“Untuk waktu pelatihannya bisa saja 10 hari, tapi tergantung dari sana, ini saya mau menghubungi pihak Surabaya untuk membuat surat pengajuan magang,” imbuh dia.

Lebih lanjut, terkait jumlah tenaga analis yang akan mengikuti pelatihan, dirinya juga masih belum menenjtukan jumlahnya.

Namun, tenaga analis yang dimiliki saat ini 13 orang dan ditambah pengajuan tenaga analis ke Dinas Kesehatan Sampang sebanyak tiga orang.

“Untuk mengoperasikan alat PCR kita membutuhkan banyak tenaga analis karena jam kerjanya nanti secara shift,” pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved