Breaking News:

Virus Corona di Pamekasan

Muncul 2 Klaster Baru Penularan Covid-19 di Pamekasan, Begini Awal Klaster Jenazah dan Tenaga Medis

Dua istilah klaster baru virus corona di Kabupaten Pamekasan itu, yakni klaster jenazah dan klaster tenaga medis.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Madura, Selasa (7/7/2020) 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Terdapat dua istilah klaster baru virus corona Covid-19 di Kabupaten Pamekasan, Madura.

Dua istilah klaster baru virus corona di Kabupaten Pamekasan itu, yakni klaster jenazah dan klaster tenaga medis.

Ketua Penanggulangan Gugus Tugas Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat mengatakan, munculnya istilah ini sempat diungkapkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beberapa pekan lalu.

Telkom Buka Blokir Netflix, Pelanggan IndiHome Bisa Akses Tayangan Video Streaming Lewat Netflix

Kronologi Wanita Melahirkan Bayi di Depan Rumah Bidan di Sampang, Sang Ibu Sempat Alami Pendarahan

Hotel hingga Kafe di Pamekasan Beroperasi Lagi, Penerapan Pembayaran Non Tunai Bakal Dilakukan

Ia menjelaskan, munculnya klaster jenazah ini setelah terjadi banyak kasus pengambilan jenazah Covid-19 secara paksa yang terjadi di Jawa Timur.

Sementara, munculnya klaster tenaga medis, diakibatkan karena banyaknya pasien positif Covid-19 yang tidak jujur dan enggan melakukan perawatan isolasi di rumah sakit.

Klaster petugas medis ini, kata dia, meliputi dokter, bidan, perawat dan petugas apoteker rumah sakit.

Dokter yang akrab disapa Yayak ini menilai, masih banyak masyarakat yang belum menyadari tentang bahaya Covid-19, namun juga masih menganggap remeh virus corona.

Pria Ditemukan Tewas Tertelungkup di Dalam Truk, Evakuasi Jenazah Menggunakan Protokol Covid-19

Jika masyarakat masih terus memiliki pandangan seperti itu, lanjut dia, maka tidak menutup kemungkinan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur bahkan di Pamekasan akan sulit diredam.

“Pemutusan mata rantai Covid-19 hanya bisa kita lakukan atas dukungan dan kesadaran masyarakat yang baik," kata Yayak kepada TribunMadura.com, Selasa (7/7/2020).

Ia meminta warga Pamekasan agar mendukung penuh upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Sekali lagi kepada masyarakat saya imbau tolong patuhi anjuran pemerintah, patuhi protokol kesehatan,” pinta dia.

Datang Hajatan, Warga Kota Batu Tertular Virus Corona, Sembilan Orang Lainnya Reaktif Rapid Test

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved