Breaking News:

Berita Pamekasan

Panen Kacang Tanah di Desa Campor, Kepala Dinas Pertanian Jatim Puji Potensi Alam di Pamekasan

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim menghadiri panen kacang tanah di Desa Campor Kabupaten Pamekasan.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
panen kacang tanah di Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Selasa (7/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Wakil Bupati Pamekasan, Rajae bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo, menggelar panen kacang tanah di Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Selasa (7/7/2020).

Acara panen kacang tanah kali ini juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pertanian, Sekdakab Pamekasan Totok Hartono, Plt Kepala Dinas Pertanian Hortikultura Pamekasan Bambang Prayogi, Forpimka Proppo, Kades, dan Tomas Desa Campor.

Kacang tanah yang dipanen tersebut merupakan hasil bantuan bibit yang diberikan Dinas Pertanian Jatim kepada 11 kabupaten di Jawa Timur, satu di antaranya Kabupaten Pamekasan.

Janda Muda Bangkalan Bunuh Diri usai Diperkosa 7 Pria, DPRD Jatim Minta Kasus Diusut hingga Tuntas

Pulang Takziah ke Rumah Saudara, Pasangan Suami Istri di Kota Madiun Terkonfirmasi Positif Covid-19

Peserta UTBK SBMPTN 2020 yang Reaktif Rapid Test Masih Bisa Ikut Ujian Seleksi, Simak Penjelasannya

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo menjelaskan, kedatangan pihaknya ke Pamekasan mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa untuk memberikan dukungan kepada petani kacang tanah di Desa Campor.

Menurut dia, kacang tanah merupakan tanaman alternatif selain tanaman padi, jagung, dan kedelai.

Kabupaten Pamekasan, kata Hadi, merupakan daerah potensi untuk pertanian karena tanahnya sangat mendukung.

Selain itu, kata dia, Kabupaten Pamekasan juga merupakan daerah yang memperoleh bantuan bibit kacang mencapai 402 hektare dari dana APBN.

“Karena hasil panen cukup baik yang merupakan bibit kancil dan yang kita fokuskan saat ini ke hilirnya," urainya.

Mobil Seharga Ratusan Juta Milik Kiai di Pamekasan Terbakar, Ini Dugaan Penyebab Munculnya Api

"Jadi proses packing-nya, marketing, sehingga pemasaran yang diharapkan menjadi nilai tambah. Jangan sampai petani yang menanam, namun proses marketing-nya menjadi hambatan,” pintanya.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved