Breaking News:

Virus Corona di Sampang

Pelayanan Kesehatan Gigi Sejumlah Puskesmas di Sampang Dibatasi, Dampak Adanya Pandemi Covid-19

Pelayanan kesehatan gigi dinilai berpotensi besar menjadi penyebaran Covid-19 karena bersentuhan langsung dengan lendir manusia.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Ruang pelayanan Puskesmas Kedungdung Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (7/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pelayanan kesehatan gigi di puskesmas Kabupaten Sampang, Madura, dibatasi pada masa pandemi virus corona Covid-19.

Pelayanan kesehatan gigi dinilai berpotensi besar menjadi penyebaran Covid-19 karena bersentuhan langsung dengan lendir manusia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sampang, Asrul Sani mengatakan, pelayanan kesehatan gigi di setiap puskesmas di Kabupaten Sampang tetap berjalan sebagai mana mestinya.

Janda Muda Bunuh Diri Usai Diperkosa, Bangkalan Butuh Rumah Aman Buat Korban Kekerasan Seksual

Buat Warga Sampang Madura Geger, Ibu Melahirkan Bayi di Depan Rumah Bidan, Jadi Tontonan Masyarakat

Pulang Takziah ke Rumah Saudara, Pasangan Suami Istri di Kota Madiun Terkonfirmasi Positif Covid-19

Namun, kata dia, ada tindakan medik tertentu yang dapat menunda memberikan pelayanan karena berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19.

"Kecuali puskesmas tertentu yang saat ini masih menjalankan lockdown karena belumnya ada tenaga medis yang terpapar covid-19, jadi tidak dapat memberikan pelayanan," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (7/7/2020).

Ia menambahkan, sedangkan dalam penanganan kesehatan gigi di tengah pandemi covid-19, dokter gigi memiliki prosedur mana yang harus ditangani atau lebih baik ditunda terlebih dahulu karena beresiko.

"Jadi dokter gigi lebih mengerti takarannya, namun jika ada dokter di puskesmas tertentu tidak melayani berarti tidak begitu parah," terangnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Kedungdung, Zahruddin menyampaikan, puskesmas tetap meberikan pelayanan, namun untuk penyakitnya itu regulasinya.

Pasien Covid-19 di Sumenep Kabur dari Rumah Sakit, Ngaku Kangen Istri yang Hamil Tua saat Diisolasi

Sebab, di tengah wabah Covid-19 dikhawatirkan terjadi penyebaran virus corona, terlebih di area mulut itu dengan mudah untuk menyebar.

“Poli kami tetap buka, tapi untuk pelayannya tidak tahu, yang pasti dokter itu lebih paham mana yang harus ditangani, karena sekarang ada wabah covid-19,” tuturnya.

Sehingga pihaknya meminta terhadap masyarakat untuk saling mengerti, sebab antar dokter dan masyarakt harus hati-hati dalam penyebaran Covid-19.

Kemudian, jika memang kondisinya sudah parah dan memang harus ditangani, Zahruddin menegaskan akan ditangani tapi dengan catatan dilakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Ya saya harap sama-sama mengerti lah, demi keselamatan bersama, sebab jika tidak dokternya yang terpapar bisa jadi pasiennya yang terpapar nanti,” pungkasnya.

Janda Muda Bangkalan Bunuh Diri usai Diperkosa 7 Pria, DPRD Jatim Minta Kasus Diusut hingga Tuntas

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved