Berita Surabaya

Peserta UTBK SBMPTN 2020 yang Reaktif Rapid Test Masih Bisa Ikut Ujian Seleksi, Simak Penjelasannya

Hasil reaktif rapid test bukanlah faktor yang bisa menggagalkan peserta untuk mengikuti UTBK SBMPTN 2020.

TRIBUNMADURA.COM/ACHMAD ZAIMUL HAQ
Rapid test - Peserta UTBK SBMPTN 2020 yang Reaktif Rapid Test Masih Bisa Ikut Ujian Seleksi, Simak Penjelasannya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kebijakan baru diambil sejumlah perguruan tinggi dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK ) SBMPTN 2020.

Sejumlah perguruan tinggi mewajibkan para peserta UTBK SBMPTN 2020 untuk melampirkan surat keterangan sehat pada masa pandemi virus corona.

Peserta UTBK SBMPTN 2020 wajib melampirkan hasil rapid test atau tes swab, sebagai skrining awal virus corona.

Daftar Tempat untuk Jalani Rapid Test di Pamekasan Madura, Harga Termurah Rp 250 Ribu Sekali Tes

Pemkot Surabaya Fasilitasi Rapid Test Peserta UTBK SBMPTN 2020, Berikut Lokasi Tes Kesehatannya

Peserta UTBK SBMPTN 2020 Universitas Jember (Unej) Wajib Tunjukan Hasil Non Reaktif Rapid Test

Namun, hasil reaktif rapid test bukanlah faktor yang bisa menggagalkan peserta untuk mengikuti UTBK SBMPTN 2020.

Ketua Pusat UTBK Universitas Airlangga Surabaya, Juaidi Khotib memastikan, peserta yang mendapati hasil reaktif rapid test dapat mengikuti ujian pada gelombang kedua.

"Peserta ini akan dilakukan rechedule atau relokasi pada tanggal 20-29 Juli," kata Junaidi saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2020). 

"Sehingga, mereka tetap bisa mengikuti ujian," sambung dia.

Junaidi menjelaskan, peserta yang positif setelah tes swab, kemungkinan masih bisa mengikuti tes gelombang kedua. 

Pihaknya sudah memperkirkan sampai hasil swabnya keluar. 

"Hitungan kami UTBK terakhir sampai tanggal 14," kata dia.

Kantor BRI Malang Ditutup setelah Satu Karyawan Positif Covid-19, Pelayanan Dipindah ke Lokasi ini

Mobil Seharga Ratusan Juta Milik Kiai di Pamekasan Terbakar, Ini Dugaan Penyebab Munculnya Api

"Misal hari itu ada yang baru terpapar dan  positif swab. Maka, saat isolasi harus dijaga dengan baik sehingga tanggal 28 hasil swab keluar dengan hasil negatif masih bisa ikut gelombang dua," ujarnya.

Pada pelaksaan tes gelombang kedua nantinya, kata dia, ujian rencana akan tetap dilaksanakan di Surabaya. 

Namun, pelaksaan UTBK SBMPTN 2020 bisa berlangsung di luar kota jika Satgas Covid-19 tempat asal peserta belum mengizinkan peserta tersebut untuk berpergian dalam sementara waktu.

Ia menyebut jika Universitas Airlangga  akan menjalin kerja sama dengan UTBK daerah lain sebagai relokasi. 

"Misalnya dari Madiun 10 orang, Nganjuk dua orang, Kertosono 15 orang. Kami cari tempat di tengah sehingga mereka bisa lakukan mobilitas menuju tempat ujian," ungkap dia.

"Itu kebijakan dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), kami mengikuti  saja," jelasnya. 

"Jadi Jangan mikir dan khawatir gak bisa ikut ujian dan sebagainya," imbuhnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved