Breaking News:

Berita Pamekasan

Tempat Wisata di Pamekasan Madura Dibuka Kembali, Pengunjung yang Datang Dibatasi Durasi Waktu

Pengelola dapat membuka kembali usaha wisata di Kabupaten Pamekasan dengan mematuhi protokol kesehatan.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Tempat Wisata Kampoeng Toron Samalem Pamekasan, Madura sebelum ditutup. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Semua tempat wisata di Kabupaten Pamekasan, Madura, dibolehkan dibuka kembali.

Hal ini berdasarkan Surat Edaran nomor: 556/29/432.320/2020 tentang 'Pembukaan Tempat Usaha Pariwisata dalam Tatanan Kenormalan Baru'.

Surat edaran tersebut dikeluarkan langsung oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, tertanggal 30 Juni 2020.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, pengelola usaha wisata di Kabupaten Pamekasan dapat beroperasi kembali dengan mematuhi protokol kesehatan.

Buat Warga Sampang Madura Geger, Ibu Melahirkan Bayi di Depan Rumah Bidan, Jadi Tontonan Masyarakat

Download Drakor Its Okay to Not Be Okay Sub Indo Episode 1 - 6, Kim Soo Hyun Peluk Seo Ye Ji

BB TNBTS Wajibkan Wisatawan Pesan Tiket Wisata ke Gunung Bromo Lewat Online, Simak Langkahnya

Para pengelola wisata, kata dia, juga harus memperhatikan sejumlah prosedur pencegahan penularan Covid-19.

Seperti, memastikan seluruh tempat usaha wisata agar tetap memenuhi standar kebersihan dan higienis dengan melakukan pembersihan atau disinfeksi secara berkala sesuai protokol Covid-19.

Selain itu, para pengelola wisata juga membatasi jumlah pengunjung, maksimal 50 persen dan mengatur durasi berkunjung untuk penerapan physical distancing.

"Sediakan juga sarana edukasi bagi pengunjung berupa banner sebelum memasuki area untuk memberikan pemahaman tentang penerapan protokol kesehatan Covid-19," sarannya.

Politisi Partai PKB itu juga meminta kepada para pengelola pariwisata agar menyediakan sarana berupa tempat cuci tangan atau hand sanitizer di pintu masuk dan beberapa tempat yang mudah diakses.

49 Destinasi Wisata di Jawa Timur Dibuka saat New Normal, Jatim Park hingga Taman Safari Prigen

Lain dari itu, pengelola pariwisata juga wajib menyediakan petugas di pintu masuk sesuai dengan protokol kesehatan.

"Para pengelola wisata juga mewajibkan pekerjanya untuk memakai alat pelindung diri masker, sarung tangan, dan face shield (pelindung wajah)," pintanya.

Baddrut Tamam melanjutkan, selama pelaksanaan pembukaan tempat usaha pariwisata dalam tatanan kenormalan baru berlangsung, akan dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Tim Evaluasi Penerapan SOP Usaha Pariwisata secara berkala.

Tujuan dilakukannya evaluasi ini untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepatuhan dari pegelola usaha Pariwisata.

"Apabila aturan yang sudah kami keluarkan ini tidak diindahkan akan dilakukan sanksi penutupan hingga syarat protokol kesehatan dipenuhi," peringatnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved