Demo Jaka Jatim di Kantor DPRD Pamekasan

Dugaan 'Drama' Politik DPRD dan Bupati Pamekasan, Termasuk Soal Pemboikotan Sidang Penetapan APBD

Jaka Jatim Korda Pamekasan, Madura membeberkan dugaan drama politik yang dipentaskan oleh anggota DPRD Pamekasan dan Bupati Pamekasan ke publik.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Puluhan massa yang tergabung dalam Jaka Jatim Pamekasan saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Pamekasan, Senin (13/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Pamekasan, Madura, membeberkan sejumlah dugaan drama politik yang dipentaskan oleh anggota DPRD Pamekasan dan Bupati Pamekasan ke publik dalam beberapa bulan ini.

Rangkaian sejumlah dugaan drama politik tersebut, mereka ungkapkan saat melakukan unjuk rasa ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Senin (13/7/2020).

Mahasiswa Unjuk Rasa di Gedung Balai Kota Malang, Protes Dana Bantuan Covid-19 Tak Kunjung Turun

Dirawat 3 Hari, Seorang Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Ponorogo Meninggal di RSUD dr Harjono

31 Warga Positif Covid-19, 1 RW di Bunulrejo Kota Malang Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal

Korlap Aksi, Musfiqul Khair mengaku, muak melihat dugaan drama politik yang dilakukan anggota DPRD Pamekasan dan Bupati Pamekasan dalam beberapa bulan ini yang mencuat di media.

Ia mengungkapkan, akhir tahun 2019, DPRD Pamekasan memboikot sidang paripurna tentang penetapan APBD 2020 karena banyak program yang dianggap janggal.

Namun, kata dia, diam-diam drama politik itu berakhir begitu saja tanpa ada klimaksnya.

Memasuki Juni 2020, muncul kembali drama politik terkait pengadaan 'Mobil Sehat (Sigap)' yang disimpan di tempat kontroversi, yaitu di gudang bioskop Kota Cinema Mall (KCM), Desa Sentol.

Drama politik ini diungkapkan Musfiq masih berlanjut pada pengajuan hak interpelasi kepada Bupati Baddrut Tamam karena pengadaan 'Mobil Sehat' tersebut dianggap seperti siluman.

"Kami, Jaka Jatim tidak tahu sudah berapa banyak drama politik yang dipentaskan oleh anggota DPRD Pamekasan dan Bupati Pamekasan," teriaknya melalui pelantang suara di depan Kantor DPRD Pamekasan.

Drama politik tersebut tidak hanya itu saja, namun masih ada lagi.

Halaman
1234
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved